Showing posts with label Masalah Gigi & Mulut. Show all posts
Showing posts with label Masalah Gigi & Mulut. Show all posts

Wednesday, October 4, 2017

Gigi Berlubang yang Tidak pada Daerah Permukaan

Gigi berlubang merupakan sebuah masalah yang bisa dikatakan cukup banyak ditemukan. Tanda-tanda dari gigi berlubang juga mudah untuk ditebak.

Misalnya :
1. Ngilu bila terkena makanan/minuman yang bersuhu dingin
2. Ngilu bila terkena hembusan angin
3. Nyeri saat malam hari dan saat tubuh lelah


Sakit atau rasa ngilu yang ditimbulkan gigi berlubang dapat menjadi tafsiran seberapa dalam lubang yang terjadi pada gigi. Bukan hanya sekedar tafsiran, namun dokter gigi juga menggunakan cara ini untuk mentukan diagnosa dari pasien. Untuk lebih lengkapnya baca "Sakit Gigi dan Mengetahui Kedalaman Lubang pada Gigi"

Bila saat ini anda merasakan salah satu dari tanda-tanda gigi berlubang di atas, coba anda raba bagian gigi yang sakit dengan lidah atau langsung melihatnya pada cermin. Karies atau lubang gigi sangat mudah untuk dijumpai.

Namun karies tidak selalu terjadi pada permukaan mahkota gigi. Karies dapat terjadi di semua bagian gigi.

Rasa ngilu muncul bahkan nyeri, tapi anda tidak kunjung menjumpai adanya lubang pada permukaan gigi anda. Ketahuilah karies dapat terjadi di semua bagian gigi.

Misalnya :
1. di antara gigi di sela-sela gigi
2. di sisi samping dekat pipi (untuk gigi belakang)
3. di sisi samping dekat lidah,
4. di garis pemisah antara akar dan mahkta gigi,
5. di akar gigi,
6. dan karies yang muncul dari dalam (terlihat berupa titik gelap samar menerawang)


Semua bagian gigi berpeluang terkena karies. Faktor penyebabnya pun sangat beragam, beberapa di antarnya adalah karena penumpukan sisa makanan dan karang gigi.

Karies terjadi karena adanya 4 faktor yang saling berhubungan yaitu : Host-substrat-mikroorganisme-waktu. Apabila salah satunya tidak ada, maka karies tidak akan terjadi. Baca selengkapnya di "Penyebab Gigi Berlubang".

Gigi yang berlubang pada sisi samping biasanya tidak disadari oleh kebanyakan orang, sehingga saat terasa nyeri atau ngilu sering dibiarkan begitu saja sebelum muncul gejala yang lebih serius. Karena terjadi pada tempat yang tidak biasa.

Kebingungan akan membuat orang pergi ke dokter gigi dan mengatakan "gigi saya sakit tapi tidak ada lubang pada gigi saya".

Selain sisa makanan dan karang gigi yang menumpuk, karies pada sisi-sisi samping gigi dapat terjadi karena faktor cara menyikat gigi yang salah dan tekanan yang berlebihan saat menyikat gigi yang mengakibatkan terkikisnya lapisan email gigi. Cara menggosok gigi yang tepat dan aman

Dan penggunaan pasta gigi yang memiliki bahan dengan sifat abrasif (biasanya pada pasta gigi pemutih). Tips memilih pasta gigi.

Apabila setelah membaca artikel ini anda sadar dan menemukan lubang pada bagian samping atau di sisi lain dari gigi anda, maka segeralah lakukan perawatan ke dokter gigi.

Bila lubang menimbulkan gejala berupa ngilu saat terkena makanan atau minuman, perawatan dapat dilakukan dengan sekali kunjungan dan langsung ditambal permanen, serta harga perawatan lebih murah. Namun apabila sudah mencapai rasa sakit pada malam hari dan saat tubuh terasa lelah, maka perawatan akan dilakukan dengan beberapa kali kunjungan dan membutuhkan biaya yang lebih. Baca selengkapnya "Tindakan pada Gigi Berlubang"

Gigi berlubang yang masih bisa diselamatkan sangat tidak dianjurkan untuk dicabut. Karena akan menimbulkan masalah yang baru bagi keadaan gigi.

Kuncinya adalah kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga, maka tidak akan terjadi karies pada gigi.

Friday, August 18, 2017

Masalah dari Gigi Geraham Bungsu

Gigi bungsu atau gigi geraham paling belakang (geraham no.3) yang dalam bahasa kedokterannya adalah Molar 3 (m3) merupakan gigi yang letaknya paling belakang dan sering kali menimbulkan masalah.

Pada rahang orang dewasa idealnya akan tumbuh 4 gigi geraham bungsu, di rahang atas dua, dan di rahang bawah dua.



Gigi bungsu ini akan tumbuh paling akhir dari masa pertumbuhan gigi lainnya. Biasanya menjelang akhir umur belasan tahun atau di awal umur 20'an tahun. Urutan tumbuh gigi geraham bungsu ini tidak dapat diprediksi, entah gigi geraham bungsu bawah yang lebih dahulu tumbuh, bisa juga gigi geraham bungsu atas tumbuh lebih dulu.

Gigi geraham ini tidak tumbuh pada anak-anak, hanya tumbuh sekali di usia dewasa. Waktu Pertumbuhan Gigi Permanen

Tetapi tidak semua gigi bungsu tumbuh tepat pada umur sekian. Ada juga yang tumbuh di umur 20'an dan menjelang akhir umur 20'an.

Tumbuhnya gigi bungsu ini tidak selalu normal bahkan kebanyakan tumbuh disertai permasalahan yang sangat mengganggu, seperti yang penjelasan di bawah :

Permasalahan dari Gigi Geraham Bungsu


1. Menimbulkan Sakit yang Luar Biasa


Tidak asing mendengar ketika ada seseorang yang gigi geraham bungsunya mulai tumbuh mengalami sakit yang serius. Mengapa?

Hal ini terjadi karena sisa ruang untuk gigi geraham bungsu tumbuh sudah sedikit. Karena gigi-gigi yang tumbuh lebih awal akan berderet berurutan memenuhi rahang. Dapat juga terjadi karena ukuran rahang yang kecil, sedangkan masing-masing gigi memiliki ukuran yang lebar.

Rasa sakit muncul karena gigi bungsu akan berusaha keras untuk memperlebar sisa ruang yang ada untuk dapat muncul ke permukaan. Misalnya saja, gigi bungsu ini mendorong gigi di depannya, atau bahkan tumbuh ke samping mencari celah dan letak tumbuh yang leluasa.

Selain itu penyebab timbulnya rasa sakit adalah karena tumbuhnya gigi bungsu perlu merobek gusi untuk muncul ke permukaan.



2. Tumbuh Miring


Gigi bungsu tidak dapat diprediksikan bagaimana dia akan tumbuh, bisa normal bisa juga tumbuh miring (impaksi), tapi kebanyakan tumbuh miring.

Hal ini terjadi karena kurangnya tempat untuk tumbuh sempurna, atau ada yang menghalangi pertumbuhannya. Apabila tumbuh miring, banyak masalah yang akan ditimbulkan

Gigi geraham bungsu yang impaksi menyebabkan makanan mudah terjebak dan lama-kelamaan dapat menyebabkan gigi geraham bungsu berlubang. Karies atau gigi berlubang tidak hanya dapat terjadi pada gigi bungsu, tetapi gigi yang berada di depan gigi geraham bungsu juga berpotensi terkena karies.

Akibat gigi impaksi lainnya adalah memudahkan penumpukan karang gigi.


3. Mahkota Tumbuh Sebagian


Karena kurangnya tempat untuk si gigi geraham bungsu ini tumbuh, maka yang muncul ke permukaan gusi hanya sebagian mahkotanya dan sebagiannya lagi tertutup gusi.

Masalah yang ditimbulkan adalah pada bagian gusi. Biasanya gusi yang menutupi mahkota gigi yang masih tertanam akan sering terkena gigitan dan mengalami trauma.

Sisa makanan juga dapat saja terselip ke dalam celah antara gigi dan gusi yang menutupi. Sehingga dapat menimbulkan infeksi pada gusi dan lubang pada gigi geraham bungsu.

Masalah yang timbul bisa disebut pericoronitis.

Cara Pengobatannya


1. Bila saat ini anda sedang mengalami sakit karena tumbuhnya gigi geraham bungsu, lakukan beberapa cara berikut:

- Minumlah obat pereda nyeri. Di usia dewasa mengalami sakit akibat tumbuh gigi sangat mengganggu aktivitas dan mood, sehingga perlu obat untuk mengatasinya. Minumlah obat pereda nyeri seperti : ibuprofen, paracetamol, asam mefenamat, kataflam, dan obat-obatan analgesik lainnya.

- Berkumur dengan air garam yang hangat untuk mengurangi peradangan.

- Jangan melakukan aktifitas berat. Kelelahan akan membuat sakit bertambah parah.

- Hidari merokok dan minuman beralkohol.

2. Bila gigi geraham bungsu tumbuh impaksi, sebaiknya segera cabut sebelum menimbulkan hal yang buruk. Bila dibiarkan dapat menimbulkan seringnya sakit kepala, klik disini untuk membaca lebih lengkap.

Seperti yang saya ungkapkan di atas, gigi geraham bungsu yang tumbuh miring akan memicu terjadi karies dan penumpukan karang gigi. Apabila gigi bungsu karies, biasanya dokter gigi tidak menyarankan untuk menambal, sangat lebih baik dicabut saja.

Apakah gigi bungsu harus dicabut? Ya, karena menambal bukan jalan yang terbaik. Karena posisinya yang sudah salah, ditambal pun tidak dapat memperbaiki posisi gigi yang tetap akan menimbulkan masalah.

Mencabut gigi bungsu yang impaksi memerlukan tindakan operasi kecil yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut atau dokter gigi yang berkompeten untuk melakukan tindakan operasi.

Biaya operasi gigi geraham bungsu di dokter spesialis atau dokter gigi swasta memang terbilang sangat mahal, karena tingkat kerumitan yang sangat tinggi.

Dari pengalaman saya, agar tidak terkena biaya operasi yang begitu mahal, gunakanlah BPJS dari pemerintah secara gratis.

Tenang saja, tindakan operasi tidak seram seperti kedangarannya. Sebelum melakukan tindakan operasi, daerah sekitar gigi akan di anastesi terlbih dahulu, agar saat tindakan operasi dilakukan, tidak menimbulkan sedikit pun rasa sakit.

Tindakan operasi dilakukan kurang lebih 20-40 menit, tergantung kasus dari si gigi bungsu. Dokter gigi yang menangani pasti akan melakukan berbagai upaya terbaik, agar gigi dapat tercabut.

Pasca operasi gigi geraham bungsu akan menimbulkan luka. Bila luka yang terbentuk sangat lebar, maka diperlukan penjahitan gusi. Dengan tujuan agar makanan tidak masuk ke dalam luka dan mempercepat proses penyembuhan.

Setelah operasi selesai, pasien diharapkan tidak langsung mengkonsumsi makanan yang keras (mis. kacang, krupuk, dll) dan minuman hangan/panas. Konsumsi makanan yang lembut dan minuman yang bersuhu rendah. Agar luka tetap terjaga dengan baik.

Menggosok gigi pun sebaiknya jangan dilakukan di sisi gigi yang telah di operasi, untuk menghindari luka terkena gosokan dari sikat.

Minum antibiotik yang diberikan dokter 3 kali sehari sampai obat habis, untuk menghindari terjadinya infeksi. Dan minum obat analgesik yang diberikan bila timbul rasa sakit untuk meredakan

Luka yang terbentuk pasca operasi biasanya membutuhkan waktu pemulihan kurang lebih 7-14 hari.

Perlu diketahui tindakan operasi tidak begitu saja dilakukan. Tindakan operasi dilakukan apabila tumbuh dalam keadaan sehat. Dalam artian tidak sedang mengalami :
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Sakit gigi yang tidak tertahankan
- Infeksi di sekitar gigi bungsu
- Gusi di sektar gigi bungsu bengkak atau disertai nanah
- Demam

Tuesday, June 20, 2017

Makanan Terselip di Sela Gigi ?

Fungsi utama gigi tidak lain adalah untuk mengunyah makanan sebelum masuk ke pencernaan bagian dalam. Sehingga gigi secara tidak langsung mendapat resiko yang kurang baik. Seperti misalnya sisa makanan dapat menempel di permukaan gigi bahkan terselip di sela-sela gigi. Maka tidak jarang mengganggu suasana nikmat ketika mengkonsumsi makanan.

Impaksi makanan

Penyebab makanan terjebak di sela-sela gigi


Gigi yang renggang dan tidak tertata rapi merupakan faktor penyebab makanan dapat terjebak di antara gigi, atau nama lainnya impaksi makanan [Pelajari cara mencegah gigi berantakan]. Selain itu ada juga karena terjadi pergeseran posisi gigi akibat adanya sisa tempat dan turunnya gusi karena resesi gingiva. Makanan dapat juga terjebak pada lubang gigi dan tambalan yang permukaannya tidak rata. Bukan hanya terjadi pada daerah gigi geraham, tapi ada juga kemungkinan terjadi pada gigi-gigi seri. Akibat mendapat tekanan yang kuat, makanan tertekan masuk ke celah yang kosong di antara gigi, sehingga terjebaklah makanan itu. 


Akibatnya


Setelah makanan terjebak di sela-sela gigi, apa akibatnya?
Tentu muncul suatu dampak buruk bagi kesehatan jaringan di sekitarnya. Baik itu gigi maupun gusi. Resiko akan muncul apabila sisa makanan yang terjebak tidak segera dibersihkan atau dihilangkan dari gigi.

1. Resiko bagi gigi


Sisa makanan yang menempel lama karena terjebak adalah penyebab terjadinya karies (lubang gigi). Terjebak di sela-sela gigi menyebabkan sisa makanan susah untuk dibersihkan, sehingga memerlukan perlakuan dan alat khusus. Jika tidak segera dihilangkan, maka bakteri akan mejadikan sisa makanan itu menjadi sarangnya berkembangbiak dan merusak gigi yang menempel dengan sisa makanan itu.


2. Resiko bagi gusi


Sisa makanan yang masuk di sela-sela gigi menyebabkan gusi tertekan, sehingga menimbulkan rasa sakit yang berdenyut pada gusi. Bila tidak segera dibersihkan, gusi akan memerah dan bengkak serta rasa sakit semakin bertambah.


3. Resiko bagi napas


Makanan yang terjebak lama dan tidak kunjung dibersihkan, disukai oleh bakteri jahat di dalam rongga mulut. Aktivitas bakteri pada sisa makanan itu akan menimbulkan berbagai macam zat berbahaya bagi gigi dan menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga dapat menyebabkan timbulnya bau mulut.

Cara membersihkan makanan yang terjebak di sela-sela gigi


Cara yang umum dan paling banyak dijumpai adalah menggunakan tusuk gigi.
STOP!! Hentikan pengunaan tusuk gigi! Baca > disini <

Lalu bagaimana cara yang benar?
"Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkannya (makanan yang terjebak) adalah dengan menggunakan dentalfloss/benang gigi" kata dr. Debby Phanggestu di forum diskusinya. Dentalfloss dapat dibeli di apotek. Penggunaanya sangat mudah, untuk yang tanpa gagang, lilitkan pada kedua jari telunjuk dengan dipenggang ibu jari. Masukkan dentalfloss pada sela-sela gigi yang terdapat sisa makanan, lalu tarik keluar. Untuk dentalfloss bergagang penggunaannya langsung aplikasikan pada makanan yang terjebak.

Selain itu, membersihkan sisa makanan yang terjebak dapat dilakukak dengan menggosok gigi. Lakukan pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gosok gigi dengan cara yang tepat dan aman sehingga gigi bersih dari sisa-sisa makanan. 

Saturday, June 10, 2017

4 Penyebab Utama Gigi Sensitif

Merasakan ngilu saat minum es atau minuman dingin lainnya? Itu menandakan gigi anda sedang dalam keadaan tidak baik. Mengapa tidak baik? Mari kita cari jawabannya pada penjelasan di bawah, mengenai gigi sensitif yang berujung timbulnya rasa ngilu yang mengganggu.

4 penyebab gigi sensitif, demade.id

Gigi sensitif ? Apa penyebabnya ?


Gigi sensitif adalah keadaan dimana gigi tidak tahan terhadap rangsangan seperti dingin dan panas serta hembusan udara, sehingga menimbulkan rasa ngilu yang mengganggu. Gigi sensitif paling banyak ditememui pada orang yang mulai memasuki usia lanjut. Karena pada usia sekian lebih banyak terjadi masalah pada rongga mulutnya. Penyebabnya adalah karena kesalahan cara menjaga dan merawat kesehatan gigi saat dahulu dan efeknya muncul saat usia sudah mulai menua.
Cara Paling Mudah Merawat Keshatan Gigi

Gigi sensitif memiliki banyak faktor penyebab. Tidak hanya karena gangguan terjadi pada gigi, namun terjadi juga pada gusi. Yaitu sebagai berikut :


1. Gigi berlubang


Gigi memiliki lapisan keras yang menyelimuti lapisan dalam gigi, yaitu email. Setelah email, lapisan berikutnya adalah dentin. Dentin merupakan lapisan gigi yang sangat sensitif terhadap rangsangan. Penyebab Gigi Berlubang. Apabila email telah habis terkikis karies (lubang gigi) maka akan menyebabkan lapisan dentin terbuka dan terpapar oleh berbagai makanan yang masuk ke dalam mulut sehingga timbulah rasa ngilu. Penyebab Rasa Ngilu pada Gigi


2. Permukaan akar gigi terbuka


Permukaan akar gigi sebenarnya ditutupi oleh gusi, sekaligus menyokong gigi agar kokoh berdiri. Karena kebiasaan buruk serta trauma, gusi akan turun menuju ujung akar dan menyebabkan permukaan akar gigi terbuka. Permukaan akar gigi tidak dilapisi oleh email, namun hanya dilapisi sementum. Sifat sementum tidak jauh berbeda dengan dentin yang tidak tahan terhadap rangsangan. 2 Faktor Penyebab Gusi Turun (Resesi Ginggiva)


3. Makanan dan minuman asam


Sifat gigi yang tidak tahan terhadap asam menyebabkan gigi yang terlalu lama terpapar oleh asam akan terjadi demineralisasi. Demineralisasi adalah keadaan dimana gigi kehilangan kandungan mineral yang menyebabkan gigi memiliki pori-pori kecil halus. Pori-pori yang terbentuk sama halnya dengan karies gigi, menyebabkan lapisan dalam gigi terbuka.

4. Efek samping pemutihan gigi (bleaching)


Bleaching atau pemutihan gigi menggunakan obat yang mengandung bahan kimia berupa hidrogenperokside. Proses bleaching adalah mengikis lapisan email sehingga terlihat lebih putih dari awalnya. Semakin sering dilakukang bleaching, sedikit demi sedikit email terkikis hingga menyisakan email yang tipis, yang rentan terhadap rangsangan.


Apa yang terjadi bila gigi sensitif ?


Seperti pada kalimat pembuka tadi. Gigi yang sensitif akan menimbulkan rasa ngilu yang mengganggu saat terkena rangsangan seperti minuman dingin, hembusan angin, dll. Ngilu yang muncul akan hilang setelah rangsanga itu hilang. Gigi sensitif dapat dikatakan hanya gejala awal, bila tidak segera ditangani akan menimbulkan masalah lain, misalnya gigi berlubang.

Thursday, June 1, 2017

2 Faktor Penyebab Gusi Turun (Resesi Gingiva)


Pernahkah anda mengalami atau melihat kelainan pada rongga mulut, berupa resesi gingiva? Resesi gingiva adalah suatu keadaan dimana gusi turun menuju ujung akar gigi dan menyebabkan permukaan akar gigi terbuka. Kelainan seperti ini banyak dan sering dijumpai pada orang dewasa usia lanjut. Namun tidak sedikit juga pada usia - usia muda dapat mengalami resesi gingiva.

Gigi dapat berdiri tegak karena ada faktor pendukungnya, yaitu tulang alveolar dan jaringan periodontal termasuk gusi yang menyelimuti akar gigi. Gusi yang menyelimuti gigi bersifat lunak dan apabila mengalami trauma yang berkepanjangan dapat timbul kelainan, berupa inflamasi, resesi, infeksi, dll.

Apa yang menyebabkan gusi menjadi turun ?


Ada dua faktor yang menjadi penyebab gusi menjadi turun. Dan merupakan sebuah kebiasaan buruk yang tidak kunjung diperbaiki sehingga menimbulkan masalah pada rongga mulut. Yaitu :

1. Faktor lokal


a. Karang gigi


Karang gigi adalah suatu manifestasi dari kebiasaan buruk berupa tidak peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sebenarnya semua orang sudah paham dan tahu mengenai karang gigi serta dampak buruknya. Salah satu dampak buruknya adalah menyebabkan resesi gingiva. Karang gigi yang mengandung banyak bakteri jahat yang melekat pada permukaan leher gigi (antara mahkota dan akar gigi) akan menyebabkan gusi terinfeksi, sehingga lambat laun gusi akan turun mendekati akar gigi. Tidak hanya terhadap gusi, karang gigi juga menimbulkan dampak buruk lainnya. Maka dari itu karang gigi wajb dibersihkan 6 bulan sekali dan terapkan "Cara Alami Mencegah Karang Gigi".

2. Faktor luar


a. Cara menggosok gigi yang salah


Menggosok gigi tidak selalu memberikan efek perlindungan atau sebagai pembersih gigi. Apabila dilakukan dengan cara yang salah, menggosok gigi dapat menyebabkan resesi gingiva. Kebanyakan orang masih melakukan cara yang salah, seperti menggosok bagian permukaan luar gigi secara horizontal dua arah (maju-mundur), ditambahlagi dengan tekanan yang kuat. Cara seperti itu pasti mengenai gusi, sehingga gusi ikut tergosok oleh bulu sikat, dan menyebabkan gusi menjadi aus. Inilah yang dimaksud dengan trauma. Apabila cara menggosok gigi tidak dilakukan dengan benar, lambat laun gusi akan mengalami resesi. Informasi mengenai cara menggosok gigi yang tepat dan aman silahkan klik disini!



Bagaimana dampaknya ?


Dampaknya tidak akan langsung terlihat dalam sekejap. Namun beberapa waktu kedepan. Maka dari itu banyak gigi orang tua yang akar giginya terbuka, karena di usia mudanya melakukan kebiasaan buruk seperti diatas dan tak kunjung diperbaiki.

Gigi terbagi menjadi dua bagian yaitu, akar dan mahkota. Mahkota dilapisi email yang kuat, namun akar gigi hanya dilapisi sementum yang seharusnya tertutup oleh gusi. Sementum yang terbuka karena resesi gingiva, akan menyebabkan gigi menjadi sensitif dan menimbulkan sensasi ngilu apabila terkena rangsangan. Penyebab Gigi Ngilu pada Gigi.

Akar gigi yang terbuka juga pasti menyebabkan gigi menjadi goyang karena kehilangan salah satu perlekatannya. Gigi yang goyang tidak akan nyaman bila digunakan untuk makan, bahkan dapat menyebabkan kehilangan gigi. 

Saturday, May 20, 2017

Dampak Buruk Mengerat Gigi Saat Tidur

Salah satu kebiasaan buruk yang terjadi di rongga mulut pada saat tidur adalah bruxism atau bruksisme. Bruxism adalah aktifitas tidak sadar seseorang yang mengunyah, menggemeretak, dan menggesek-gesekkan giginya saat tidur. Mengeluarkan suara gertakan saat tidur ketika gigi di rahang atas dan gigi di rahang bawah beradu, yang menimbulkan suara cukup keras terdengar. Sering kali bila kita mendengar teman tidur kita menggesek - gesek giginya, kita terbangun dan berpikir bagaimana bisa mengeluarkan suara sekeras itu, sedangkan saat tersadar pun susah untuk melakukannya.

Apa Penyebabnya ?


Bruxism atau bruksisme biasanya terjadi pada anak – anak dalam masa pertumbuhan gigi atau masa pergantian gigi susu ke gigi permanen. Namun, pada orang dewasa pun dapat terjadi karena adanya kelainan psikis yang mengganggu pikirannya misalnya karena stress, frustasi, dan dapat juga karena keadaan gigi geligi yang tidak tertata dengan rapi.

    Baca Juga :
                        Penyebab Gigi Berantakan
                        Penyebab Rasa Ngilu pada Gigi
                        Penyebab Utama Bau Mulut

Apa Dampak Buruknya ?


Kebiasaan buruk seperti ini tentu memiliki dampak buruk bagi keadaan gigi dan jaringan sekitarnya. Efek yang pertama akan terlihat pada gigi. Mengeratkan gigi yang begitu keras dapat menyebabkan permukaan oklusal gigi menjadi terkikis atau abrasi. Bagian email yang terkikis makin lama makin banyak akan benyebabkan  terbukanya lapisan dentin dan menyebabkan gigi sensitif sehingga menimbulkan rasa ngilu. Apabila bruxism tidak segera dihentikan agak menyebabkan kelainan pada jaringan periodontal (jaringan sekitar yang menyangga gigi) oleh karena mendapat tekanan yang begitu keras sehingga menciderai jarinngan sekitar akar gigi dan kelainan pada sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala (temporo mandibular joint). Kelainan sendi yang biasanya terjadi adalah, saat membuka mulut atau menutup mulut akan terdengar suara click pada bagian sendi di bawah telinga, bahkan menimbulkan rasa sakit, karena terjadinya dislokasi. 

Bagaimana Cara Mengatasi ?


Untuk penanganannya tergantung pada penyebab. Apabila faktor penyebabnya karena gangguan psikis berupa stress atau yang lainnya, obati kelainan psikisnya dahulu. Ada kemungkinan bila keadaan psikisnya membaik, bruxism akan hilang dengan sendirinya. Namun, apa bila masih dan tidak ada perubahan, maka datanglah ke dokter gigi untuk dibuatkan alat bantu night guard. Night Guard berfungsi untuk melindungi gigi saat beradu sehingga gigi tidak mengalami kerusakan dan pemakiannya setiap tidur malam. Penggunaan night guard yang rutin pada malam hari juga ditujukan agar kebiasaan bruxism dapat hilang secara berkala.

      Baca Juga :
                         Gigi Bisa Sebabkan Sakit Kepala
                         Dampak Buruk Karang Gigi
                         Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut

Tuesday, May 16, 2017

3 Minuman Penyebab Gigi Kuning


Gigi manusia diciptakan berwarna putih. Namun tidak semua gigi manusia terlihat sangat putih, tergantung pada warna email dari gigi. Sebenarnya warna sedikit kuning pada gigi adalah wajar, karena memang warna email manusia rata - rata sedikit kuning. Warna gigi dapat mengalami perubahan oleh karena faktor intrinsik atau pun ekstrinsik. Perubahan warna gigi karena faktor intrinsik disebabkan oleh terjadinya kelainan di dalam substansi gigi atau karena gigi sudah dalam keadaan mati (nekrose), sehingga menimbulkan warna hitam samar - samar pada gigi dan tidak mudah untuk mengembalikan warna gigi itu seperti semula lagi. Perubahan warna gigi karena faktor ekstrinsik dapat disebabkan oleh makanan dan minuman yang dapat menempel pada permukaan gigi berupa noda berwarna.

Pada artikel kali ini, akan membahas mengenai faktor ekstrinsik yang menyebabkan gigi berubah warna menjadi kekuningan ataupun kecoklatan yang disebabkan oleh minuman yang umumnya sering dikonsumsi oleh manusia.

Minuman yang dapat menyebabkan gigi menjadi kuning


1. Kopi


Kopi merupakan minuman yang akhir - akhir ini semakin populer dan semakin banyak penggemarnya, mulai dari kalangan anak-anak muda sampai orang dewasa. Kopi menjadi tren karena kenikmatannya dan cara penyajiannya yang semakin beragam. Namun tidak dapat dipungkiri, kopi merupakan salah satu penyebab perubahan warna pada gigi. Kopi bersifat asam dan memiliki kandungan tanin atau asam tanat. Sifat asam pada kopi akan menyebabkan gigi berpori - pori sehingga zat tanin akan menempel pada permukaan gigi sehingga menimbulkan noda pada gigi yang terlihat kecoklat - coklatan.


2. Teh

Minuman ini tak kalah populernya dengan kopi. Karena merupakan sebuah minuman yang dikonsumsi hampir setiap selesai makan. Kandungan teh tidak jauh berbeda dengan kopi. Teh juga memiliki asam tanat yang dapat menyebabkan noda pada gigi. Dikatakan bahwa teh hijau, teh herbal, dan teh putih (white tea) tidak seagresif teh hitam dalam menodai gigi. Teh hitam lebih agresif menyebabkan noda pada gigi dibandingkan dengan kopi.

3. Minuman Ringan


Minuman ringan merupakan minuman yang banyak penggemarnya, dari anak - anak sampai orang tua, menyukai minuman ringan. Minuman ringan yang banyak dijual dipasaran telah diteliti sebagai salah satu penyebab perubahan warna pada gigi dan juga sebagai penyebab gigi berlubang. Kandungan asam dan produk sampingan gula asam dapat menyebabkan permasalahan bagi permukaan dan lapisan gigi, sehingga berpotensi menyebabkan gigi berlubang. Salah satu minuman ringan yang berpotensi tinggi menyebabkan perubahan warna dan gigi berlubang adalah minuman bersoda. Minuman bersoda memiliki tingkat keasaman 2,52. Meskipun rendah, namun minuman bersoda memiliki kadar fosfat yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium pada gigi, sehingga gigi dapat mengalami kerusakan.


Perubahan warna dan kerusakan gigi/gigi berlubang tidak akan terjadi apabila kita mengkonsumsinya tidak secara rutin dan berlebihan, dan yang terpenting kondisi kebersihan mulut selalu terjaga. Noda pada gigi yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik mudah dihilangkan dengan cara berkumur, menyikat gigi, dan scaling. Namun apabila noda telah menempel terlalu lama, maka akan semakin susah untuk dihilangkan.

Baca Juga :
                    Tips Memilih Pasta Gigi
                    Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut
                    Dampak Buruk Karang Gigi