Showing posts with label Masalah Gigi & Mulut. Show all posts
Showing posts with label Masalah Gigi & Mulut. Show all posts

Wednesday, October 4, 2017

Gigi Berlubang yang Tidak pada Daerah Permukaan

Gigi berlubang merupakan sebuah masalah yang bisa dikatakan cukup banyak ditemukan. Tanda-tanda dari gigi berlubang juga mudah untuk ditebak.

Misalnya :
1. Ngilu bila terkena makanan/minuman yang bersuhu dingin
2. Ngilu bila terkena hembusan angin
3. Nyeri saat malam hari dan saat tubuh lelah


Sakit atau rasa ngilu yang ditimbulkan gigi berlubang dapat menjadi tafsiran seberapa dalam lubang yang terjadi pada gigi. Bukan hanya sekedar tafsiran, namun dokter gigi juga menggunakan cara ini untuk mentukan diagnosa dari pasien. Untuk lebih lengkapnya baca "Sakit Gigi dan Mengetahui Kedalaman Lubang pada Gigi"

Bila saat ini anda merasakan salah satu dari tanda-tanda gigi berlubang di atas, coba anda raba bagian gigi yang sakit dengan lidah atau langsung melihatnya pada cermin. Karies atau lubang gigi sangat mudah untuk dijumpai.

Namun karies tidak selalu terjadi pada permukaan mahkota gigi. Karies dapat terjadi di semua bagian gigi.

Rasa ngilu muncul bahkan nyeri, tapi anda tidak kunjung menjumpai adanya lubang pada permukaan gigi anda. Ketahuilah karies dapat terjadi di semua bagian gigi.

Misalnya :
1. di antara gigi di sela-sela gigi
2. di sisi samping dekat pipi (untuk gigi belakang)
3. di sisi samping dekat lidah,
4. di garis pemisah antara akar dan mahkta gigi,
5. di akar gigi,
6. dan karies yang muncul dari dalam (terlihat berupa titik gelap samar menerawang)


Semua bagian gigi berpeluang terkena karies. Faktor penyebabnya pun sangat beragam, beberapa di antarnya adalah karena penumpukan sisa makanan dan karang gigi.

Karies terjadi karena adanya 4 faktor yang saling berhubungan yaitu : Host-substrat-mikroorganisme-waktu. Apabila salah satunya tidak ada, maka karies tidak akan terjadi. Baca selengkapnya di "Penyebab Gigi Berlubang".

Gigi yang berlubang pada sisi samping biasanya tidak disadari oleh kebanyakan orang, sehingga saat terasa nyeri atau ngilu sering dibiarkan begitu saja sebelum muncul gejala yang lebih serius. Karena terjadi pada tempat yang tidak biasa.

Kebingungan akan membuat orang pergi ke dokter gigi dan mengatakan "gigi saya sakit tapi tidak ada lubang pada gigi saya".

Selain sisa makanan dan karang gigi yang menumpuk, karies pada sisi-sisi samping gigi dapat terjadi karena faktor cara menyikat gigi yang salah dan tekanan yang berlebihan saat menyikat gigi yang mengakibatkan terkikisnya lapisan email gigi. Cara menggosok gigi yang tepat dan aman

Dan penggunaan pasta gigi yang memiliki bahan dengan sifat abrasif (biasanya pada pasta gigi pemutih). Tips memilih pasta gigi.

Apabila setelah membaca artikel ini anda sadar dan menemukan lubang pada bagian samping atau di sisi lain dari gigi anda, maka segeralah lakukan perawatan ke dokter gigi.

Bila lubang menimbulkan gejala berupa ngilu saat terkena makanan atau minuman, perawatan dapat dilakukan dengan sekali kunjungan dan langsung ditambal permanen, serta harga perawatan lebih murah. Namun apabila sudah mencapai rasa sakit pada malam hari dan saat tubuh terasa lelah, maka perawatan akan dilakukan dengan beberapa kali kunjungan dan membutuhkan biaya yang lebih. Baca selengkapnya "Tindakan pada Gigi Berlubang"

Gigi berlubang yang masih bisa diselamatkan sangat tidak dianjurkan untuk dicabut. Karena akan menimbulkan masalah yang baru bagi keadaan gigi.

Kuncinya adalah kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga, maka tidak akan terjadi karies pada gigi.

Friday, August 18, 2017

Masalah dari Gigi Geraham Bungsu

Gigi bungsu atau gigi geraham paling belakang (geraham no.3) yang dalam bahasa kedokterannya adalah Molar 3 (m3) merupakan gigi yang letaknya paling belakang dan sering kali menimbulkan masalah.

Pada rahang orang dewasa idealnya akan tumbuh 4 gigi geraham bungsu, di rahang atas dua, dan di rahang bawah dua.



Gigi bungsu ini akan tumbuh paling akhir dari masa pertumbuhan gigi lainnya. Biasanya menjelang akhir umur belasan tahun atau di awal umur 20'an tahun. Urutan tumbuh gigi geraham bungsu ini tidak dapat diprediksi, entah gigi geraham bungsu bawah yang lebih dahulu tumbuh, bisa juga gigi geraham bungsu atas tumbuh lebih dulu.

Gigi geraham ini tidak tumbuh pada anak-anak, hanya tumbuh sekali di usia dewasa. Waktu Pertumbuhan Gigi Permanen

Tetapi tidak semua gigi bungsu tumbuh tepat pada umur sekian. Ada juga yang tumbuh di umur 20'an dan menjelang akhir umur 20'an.

Tumbuhnya gigi bungsu ini tidak selalu normal bahkan kebanyakan tumbuh disertai permasalahan yang sangat mengganggu, seperti yang penjelasan di bawah :

Permasalahan dari Gigi Geraham Bungsu


1. Menimbulkan Sakit yang Luar Biasa


Tidak asing mendengar ketika ada seseorang yang gigi geraham bungsunya mulai tumbuh mengalami sakit yang serius. Mengapa?

Hal ini terjadi karena sisa ruang untuk gigi geraham bungsu tumbuh sudah sedikit. Karena gigi-gigi yang tumbuh lebih awal akan berderet berurutan memenuhi rahang. Dapat juga terjadi karena ukuran rahang yang kecil, sedangkan masing-masing gigi memiliki ukuran yang lebar.

Rasa sakit muncul karena gigi bungsu akan berusaha keras untuk memperlebar sisa ruang yang ada untuk dapat muncul ke permukaan. Misalnya saja, gigi bungsu ini mendorong gigi di depannya, atau bahkan tumbuh ke samping mencari celah dan letak tumbuh yang leluasa.

Selain itu penyebab timbulnya rasa sakit adalah karena tumbuhnya gigi bungsu perlu merobek gusi untuk muncul ke permukaan.



2. Tumbuh Miring


Gigi bungsu tidak dapat diprediksikan bagaimana dia akan tumbuh, bisa normal bisa juga tumbuh miring (impaksi), tapi kebanyakan tumbuh miring.

Hal ini terjadi karena kurangnya tempat untuk tumbuh sempurna, atau ada yang menghalangi pertumbuhannya. Apabila tumbuh miring, banyak masalah yang akan ditimbulkan

Gigi geraham bungsu yang impaksi menyebabkan makanan mudah terjebak dan lama-kelamaan dapat menyebabkan gigi geraham bungsu berlubang. Karies atau gigi berlubang tidak hanya dapat terjadi pada gigi bungsu, tetapi gigi yang berada di depan gigi geraham bungsu juga berpotensi terkena karies.

Akibat gigi impaksi lainnya adalah memudahkan penumpukan karang gigi.


3. Mahkota Tumbuh Sebagian


Karena kurangnya tempat untuk si gigi geraham bungsu ini tumbuh, maka yang muncul ke permukaan gusi hanya sebagian mahkotanya dan sebagiannya lagi tertutup gusi.

Masalah yang ditimbulkan adalah pada bagian gusi. Biasanya gusi yang menutupi mahkota gigi yang masih tertanam akan sering terkena gigitan dan mengalami trauma.

Sisa makanan juga dapat saja terselip ke dalam celah antara gigi dan gusi yang menutupi. Sehingga dapat menimbulkan infeksi pada gusi dan lubang pada gigi geraham bungsu.

Masalah yang timbul bisa disebut pericoronitis.

Cara Pengobatannya


1. Bila saat ini anda sedang mengalami sakit karena tumbuhnya gigi geraham bungsu, lakukan beberapa cara berikut:

- Minumlah obat pereda nyeri. Di usia dewasa mengalami sakit akibat tumbuh gigi sangat mengganggu aktivitas dan mood, sehingga perlu obat untuk mengatasinya. Minumlah obat pereda nyeri seperti : ibuprofen, paracetamol, asam mefenamat, kataflam, dan obat-obatan analgesik lainnya.

- Berkumur dengan air garam yang hangat untuk mengurangi peradangan.

- Jangan melakukan aktifitas berat. Kelelahan akan membuat sakit bertambah parah.

- Hidari merokok dan minuman beralkohol.

2. Bila gigi geraham bungsu tumbuh impaksi, sebaiknya segera cabut sebelum menimbulkan hal yang buruk. Bila dibiarkan dapat menimbulkan seringnya sakit kepala, klik disini untuk membaca lebih lengkap.

Seperti yang saya ungkapkan di atas, gigi geraham bungsu yang tumbuh miring akan memicu terjadi karies dan penumpukan karang gigi. Apabila gigi bungsu karies, biasanya dokter gigi tidak menyarankan untuk menambal, sangat lebih baik dicabut saja.

Apakah gigi bungsu harus dicabut? Ya, karena menambal bukan jalan yang terbaik. Karena posisinya yang sudah salah, ditambal pun tidak dapat memperbaiki posisi gigi yang tetap akan menimbulkan masalah.

Mencabut gigi bungsu yang impaksi memerlukan tindakan operasi kecil yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut atau dokter gigi yang berkompeten untuk melakukan tindakan operasi.

Biaya operasi gigi geraham bungsu di dokter spesialis atau dokter gigi swasta memang terbilang sangat mahal, karena tingkat kerumitan yang sangat tinggi.

Dari pengalaman saya, agar tidak terkena biaya operasi yang begitu mahal, gunakanlah BPJS dari pemerintah secara gratis.

Tenang saja, tindakan operasi tidak seram seperti kedangarannya. Sebelum melakukan tindakan operasi, daerah sekitar gigi akan di anastesi terlbih dahulu, agar saat tindakan operasi dilakukan, tidak menimbulkan sedikit pun rasa sakit.

Tindakan operasi dilakukan kurang lebih 20-40 menit, tergantung kasus dari si gigi bungsu. Dokter gigi yang menangani pasti akan melakukan berbagai upaya terbaik, agar gigi dapat tercabut.

Pasca operasi gigi geraham bungsu akan menimbulkan luka. Bila luka yang terbentuk sangat lebar, maka diperlukan penjahitan gusi. Dengan tujuan agar makanan tidak masuk ke dalam luka dan mempercepat proses penyembuhan.

Setelah operasi selesai, pasien diharapkan tidak langsung mengkonsumsi makanan yang keras (mis. kacang, krupuk, dll) dan minuman hangan/panas. Konsumsi makanan yang lembut dan minuman yang bersuhu rendah. Agar luka tetap terjaga dengan baik.

Menggosok gigi pun sebaiknya jangan dilakukan di sisi gigi yang telah di operasi, untuk menghindari luka terkena gosokan dari sikat.

Minum antibiotik yang diberikan dokter 3 kali sehari sampai obat habis, untuk menghindari terjadinya infeksi. Dan minum obat analgesik yang diberikan bila timbul rasa sakit untuk meredakan

Luka yang terbentuk pasca operasi biasanya membutuhkan waktu pemulihan kurang lebih 7-14 hari.

Perlu diketahui tindakan operasi tidak begitu saja dilakukan. Tindakan operasi dilakukan apabila tumbuh dalam keadaan sehat. Dalam artian tidak sedang mengalami :
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Sakit gigi yang tidak tertahankan
- Infeksi di sekitar gigi bungsu
- Gusi di sektar gigi bungsu bengkak atau disertai nanah
- Demam

Tuesday, June 20, 2017

Makanan Terselip di Sela Gigi ?

Fungsi utama gigi tidak lain adalah untuk mengunyah makanan sebelum masuk ke pencernaan bagian dalam. Sehingga gigi secara tidak langsung mendapat resiko yang kurang baik. Seperti misalnya sisa makanan dapat menempel di permukaan gigi bahkan terselip di sela-sela gigi. Maka tidak jarang mengganggu suasana nikmat ketika mengkonsumsi makanan.

Impaksi makanan

Penyebab makanan terjebak di sela-sela gigi


Gigi yang renggang dan tidak tertata rapi merupakan faktor penyebab makanan dapat terjebak di antara gigi, atau nama lainnya impaksi makanan [Pelajari cara mencegah gigi berantakan]. Selain itu ada juga karena terjadi pergeseran posisi gigi akibat adanya sisa tempat dan turunnya gusi karena resesi gingiva. Makanan dapat juga terjebak pada lubang gigi dan tambalan yang permukaannya tidak rata. Bukan hanya terjadi pada daerah gigi geraham, tapi ada juga kemungkinan terjadi pada gigi-gigi seri. Akibat mendapat tekanan yang kuat, makanan tertekan masuk ke celah yang kosong di antara gigi, sehingga terjebaklah makanan itu. 


Akibatnya


Setelah makanan terjebak di sela-sela gigi, apa akibatnya?
Tentu muncul suatu dampak buruk bagi kesehatan jaringan di sekitarnya. Baik itu gigi maupun gusi. Resiko akan muncul apabila sisa makanan yang terjebak tidak segera dibersihkan atau dihilangkan dari gigi.

1. Resiko bagi gigi


Sisa makanan yang menempel lama karena terjebak adalah penyebab terjadinya karies (lubang gigi). Terjebak di sela-sela gigi menyebabkan sisa makanan susah untuk dibersihkan, sehingga memerlukan perlakuan dan alat khusus. Jika tidak segera dihilangkan, maka bakteri akan mejadikan sisa makanan itu menjadi sarangnya berkembangbiak dan merusak gigi yang menempel dengan sisa makanan itu.


2. Resiko bagi gusi


Sisa makanan yang masuk di sela-sela gigi menyebabkan gusi tertekan, sehingga menimbulkan rasa sakit yang berdenyut pada gusi. Bila tidak segera dibersihkan, gusi akan memerah dan bengkak serta rasa sakit semakin bertambah.


3. Resiko bagi napas


Makanan yang terjebak lama dan tidak kunjung dibersihkan, disukai oleh bakteri jahat di dalam rongga mulut. Aktivitas bakteri pada sisa makanan itu akan menimbulkan berbagai macam zat berbahaya bagi gigi dan menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga dapat menyebabkan timbulnya bau mulut.

Cara membersihkan makanan yang terjebak di sela-sela gigi


Cara yang umum dan paling banyak dijumpai adalah menggunakan tusuk gigi.
STOP!! Hentikan pengunaan tusuk gigi! Baca > disini <

Lalu bagaimana cara yang benar?
"Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkannya (makanan yang terjebak) adalah dengan menggunakan dentalfloss/benang gigi" kata dr. Debby Phanggestu di forum diskusinya. Dentalfloss dapat dibeli di apotek. Penggunaanya sangat mudah, untuk yang tanpa gagang, lilitkan pada kedua jari telunjuk dengan dipenggang ibu jari. Masukkan dentalfloss pada sela-sela gigi yang terdapat sisa makanan, lalu tarik keluar. Untuk dentalfloss bergagang penggunaannya langsung aplikasikan pada makanan yang terjebak.

Selain itu, membersihkan sisa makanan yang terjebak dapat dilakukak dengan menggosok gigi. Lakukan pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gosok gigi dengan cara yang tepat dan aman sehingga gigi bersih dari sisa-sisa makanan. 

Saturday, June 10, 2017

4 Penyebab Utama Gigi Sensitif

Merasakan ngilu saat minum es atau minuman dingin lainnya? Itu menandakan gigi anda sedang dalam keadaan tidak baik. Mengapa tidak baik? Mari kita cari jawabannya pada penjelasan di bawah, mengenai gigi sensitif yang berujung timbulnya rasa ngilu yang mengganggu.

4 penyebab gigi sensitif, demade.id

Gigi sensitif ? Apa penyebabnya ?


Gigi sensitif adalah keadaan dimana gigi tidak tahan terhadap rangsangan seperti dingin dan panas serta hembusan udara, sehingga menimbulkan rasa ngilu yang mengganggu. Gigi sensitif paling banyak ditememui pada orang yang mulai memasuki usia lanjut. Karena pada usia sekian lebih banyak terjadi masalah pada rongga mulutnya. Penyebabnya adalah karena kesalahan cara menjaga dan merawat kesehatan gigi saat dahulu dan efeknya muncul saat usia sudah mulai menua.
Cara Paling Mudah Merawat Keshatan Gigi

Gigi sensitif memiliki banyak faktor penyebab. Tidak hanya karena gangguan terjadi pada gigi, namun terjadi juga pada gusi. Yaitu sebagai berikut :


1. Gigi berlubang


Gigi memiliki lapisan keras yang menyelimuti lapisan dalam gigi, yaitu email. Setelah email, lapisan berikutnya adalah dentin. Dentin merupakan lapisan gigi yang sangat sensitif terhadap rangsangan. Penyebab Gigi Berlubang. Apabila email telah habis terkikis karies (lubang gigi) maka akan menyebabkan lapisan dentin terbuka dan terpapar oleh berbagai makanan yang masuk ke dalam mulut sehingga timbulah rasa ngilu. Penyebab Rasa Ngilu pada Gigi


2. Permukaan akar gigi terbuka


Permukaan akar gigi sebenarnya ditutupi oleh gusi, sekaligus menyokong gigi agar kokoh berdiri. Karena kebiasaan buruk serta trauma, gusi akan turun menuju ujung akar dan menyebabkan permukaan akar gigi terbuka. Permukaan akar gigi tidak dilapisi oleh email, namun hanya dilapisi sementum. Sifat sementum tidak jauh berbeda dengan dentin yang tidak tahan terhadap rangsangan. 2 Faktor Penyebab Gusi Turun (Resesi Ginggiva)


3. Makanan dan minuman asam


Sifat gigi yang tidak tahan terhadap asam menyebabkan gigi yang terlalu lama terpapar oleh asam akan terjadi demineralisasi. Demineralisasi adalah keadaan dimana gigi kehilangan kandungan mineral yang menyebabkan gigi memiliki pori-pori kecil halus. Pori-pori yang terbentuk sama halnya dengan karies gigi, menyebabkan lapisan dalam gigi terbuka.

4. Efek samping pemutihan gigi (bleaching)


Bleaching atau pemutihan gigi menggunakan obat yang mengandung bahan kimia berupa hidrogenperokside. Proses bleaching adalah mengikis lapisan email sehingga terlihat lebih putih dari awalnya. Semakin sering dilakukang bleaching, sedikit demi sedikit email terkikis hingga menyisakan email yang tipis, yang rentan terhadap rangsangan.


Apa yang terjadi bila gigi sensitif ?


Seperti pada kalimat pembuka tadi. Gigi yang sensitif akan menimbulkan rasa ngilu yang mengganggu saat terkena rangsangan seperti minuman dingin, hembusan angin, dll. Ngilu yang muncul akan hilang setelah rangsanga itu hilang. Gigi sensitif dapat dikatakan hanya gejala awal, bila tidak segera ditangani akan menimbulkan masalah lain, misalnya gigi berlubang.

Thursday, June 1, 2017

2 Faktor Penyebab Gusi Turun (Resesi Gingiva)


Pernahkah anda mengalami atau melihat kelainan pada rongga mulut, berupa resesi gingiva? Resesi gingiva adalah suatu keadaan dimana gusi turun menuju ujung akar gigi dan menyebabkan permukaan akar gigi terbuka. Kelainan seperti ini banyak dan sering dijumpai pada orang dewasa usia lanjut. Namun tidak sedikit juga pada usia - usia muda dapat mengalami resesi gingiva.

Gigi dapat berdiri tegak karena ada faktor pendukungnya, yaitu tulang alveolar dan jaringan periodontal termasuk gusi yang menyelimuti akar gigi. Gusi yang menyelimuti gigi bersifat lunak dan apabila mengalami trauma yang berkepanjangan dapat timbul kelainan, berupa inflamasi, resesi, infeksi, dll.

Apa yang menyebabkan gusi menjadi turun ?


Ada dua faktor yang menjadi penyebab gusi menjadi turun. Dan merupakan sebuah kebiasaan buruk yang tidak kunjung diperbaiki sehingga menimbulkan masalah pada rongga mulut. Yaitu :

1. Faktor lokal


a. Karang gigi


Karang gigi adalah suatu manifestasi dari kebiasaan buruk berupa tidak peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sebenarnya semua orang sudah paham dan tahu mengenai karang gigi serta dampak buruknya. Salah satu dampak buruknya adalah menyebabkan resesi gingiva. Karang gigi yang mengandung banyak bakteri jahat yang melekat pada permukaan leher gigi (antara mahkota dan akar gigi) akan menyebabkan gusi terinfeksi, sehingga lambat laun gusi akan turun mendekati akar gigi. Tidak hanya terhadap gusi, karang gigi juga menimbulkan dampak buruk lainnya. Maka dari itu karang gigi wajb dibersihkan 6 bulan sekali dan terapkan "Cara Alami Mencegah Karang Gigi".

2. Faktor luar


a. Cara menggosok gigi yang salah


Menggosok gigi tidak selalu memberikan efek perlindungan atau sebagai pembersih gigi. Apabila dilakukan dengan cara yang salah, menggosok gigi dapat menyebabkan resesi gingiva. Kebanyakan orang masih melakukan cara yang salah, seperti menggosok bagian permukaan luar gigi secara horizontal dua arah (maju-mundur), ditambahlagi dengan tekanan yang kuat. Cara seperti itu pasti mengenai gusi, sehingga gusi ikut tergosok oleh bulu sikat, dan menyebabkan gusi menjadi aus. Inilah yang dimaksud dengan trauma. Apabila cara menggosok gigi tidak dilakukan dengan benar, lambat laun gusi akan mengalami resesi. Informasi mengenai cara menggosok gigi yang tepat dan aman silahkan klik disini!



Bagaimana dampaknya ?


Dampaknya tidak akan langsung terlihat dalam sekejap. Namun beberapa waktu kedepan. Maka dari itu banyak gigi orang tua yang akar giginya terbuka, karena di usia mudanya melakukan kebiasaan buruk seperti diatas dan tak kunjung diperbaiki.

Gigi terbagi menjadi dua bagian yaitu, akar dan mahkota. Mahkota dilapisi email yang kuat, namun akar gigi hanya dilapisi sementum yang seharusnya tertutup oleh gusi. Sementum yang terbuka karena resesi gingiva, akan menyebabkan gigi menjadi sensitif dan menimbulkan sensasi ngilu apabila terkena rangsangan. Penyebab Gigi Ngilu pada Gigi.

Akar gigi yang terbuka juga pasti menyebabkan gigi menjadi goyang karena kehilangan salah satu perlekatannya. Gigi yang goyang tidak akan nyaman bila digunakan untuk makan, bahkan dapat menyebabkan kehilangan gigi. 

Saturday, May 20, 2017

Dampak Buruk Mengerat Gigi Saat Tidur

Salah satu kebiasaan buruk yang terjadi di rongga mulut pada saat tidur adalah bruxism atau bruksisme. Bruxism adalah aktifitas tidak sadar seseorang yang mengunyah, menggemeretak, dan menggesek-gesekkan giginya saat tidur. Mengeluarkan suara gertakan saat tidur ketika gigi di rahang atas dan gigi di rahang bawah beradu, yang menimbulkan suara cukup keras terdengar. Sering kali bila kita mendengar teman tidur kita menggesek - gesek giginya, kita terbangun dan berpikir bagaimana bisa mengeluarkan suara sekeras itu, sedangkan saat tersadar pun susah untuk melakukannya.

Apa Penyebabnya ?


Bruxism atau bruksisme biasanya terjadi pada anak – anak dalam masa pertumbuhan gigi atau masa pergantian gigi susu ke gigi permanen. Namun, pada orang dewasa pun dapat terjadi karena adanya kelainan psikis yang mengganggu pikirannya misalnya karena stress, frustasi, dan dapat juga karena keadaan gigi geligi yang tidak tertata dengan rapi.

    Baca Juga :
                        Penyebab Gigi Berantakan
                        Penyebab Rasa Ngilu pada Gigi
                        Penyebab Utama Bau Mulut

Apa Dampak Buruknya ?


Kebiasaan buruk seperti ini tentu memiliki dampak buruk bagi keadaan gigi dan jaringan sekitarnya. Efek yang pertama akan terlihat pada gigi. Mengeratkan gigi yang begitu keras dapat menyebabkan permukaan oklusal gigi menjadi terkikis atau abrasi. Bagian email yang terkikis makin lama makin banyak akan benyebabkan  terbukanya lapisan dentin dan menyebabkan gigi sensitif sehingga menimbulkan rasa ngilu. Apabila bruxism tidak segera dihentikan agak menyebabkan kelainan pada jaringan periodontal (jaringan sekitar yang menyangga gigi) oleh karena mendapat tekanan yang begitu keras sehingga menciderai jarinngan sekitar akar gigi dan kelainan pada sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala (temporo mandibular joint). Kelainan sendi yang biasanya terjadi adalah, saat membuka mulut atau menutup mulut akan terdengar suara click pada bagian sendi di bawah telinga, bahkan menimbulkan rasa sakit, karena terjadinya dislokasi. 

Bagaimana Cara Mengatasi ?


Untuk penanganannya tergantung pada penyebab. Apabila faktor penyebabnya karena gangguan psikis berupa stress atau yang lainnya, obati kelainan psikisnya dahulu. Ada kemungkinan bila keadaan psikisnya membaik, bruxism akan hilang dengan sendirinya. Namun, apa bila masih dan tidak ada perubahan, maka datanglah ke dokter gigi untuk dibuatkan alat bantu night guard. Night Guard berfungsi untuk melindungi gigi saat beradu sehingga gigi tidak mengalami kerusakan dan pemakiannya setiap tidur malam. Penggunaan night guard yang rutin pada malam hari juga ditujukan agar kebiasaan bruxism dapat hilang secara berkala.

      Baca Juga :
                         Gigi Bisa Sebabkan Sakit Kepala
                         Dampak Buruk Karang Gigi
                         Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut

Tuesday, May 16, 2017

3 Minuman Penyebab Gigi Kuning


Gigi manusia diciptakan berwarna putih. Namun tidak semua gigi manusia terlihat sangat putih, tergantung pada warna email dari gigi. Sebenarnya warna sedikit kuning pada gigi adalah wajar, karena memang warna email manusia rata - rata sedikit kuning. Warna gigi dapat mengalami perubahan oleh karena faktor intrinsik atau pun ekstrinsik. Perubahan warna gigi karena faktor intrinsik disebabkan oleh terjadinya kelainan di dalam substansi gigi atau karena gigi sudah dalam keadaan mati (nekrose), sehingga menimbulkan warna hitam samar - samar pada gigi dan tidak mudah untuk mengembalikan warna gigi itu seperti semula lagi. Perubahan warna gigi karena faktor ekstrinsik dapat disebabkan oleh makanan dan minuman yang dapat menempel pada permukaan gigi berupa noda berwarna.

Pada artikel kali ini, akan membahas mengenai faktor ekstrinsik yang menyebabkan gigi berubah warna menjadi kekuningan ataupun kecoklatan yang disebabkan oleh minuman yang umumnya sering dikonsumsi oleh manusia.

Minuman yang dapat menyebabkan gigi menjadi kuning


1. Kopi


Kopi merupakan minuman yang akhir - akhir ini semakin populer dan semakin banyak penggemarnya, mulai dari kalangan anak-anak muda sampai orang dewasa. Kopi menjadi tren karena kenikmatannya dan cara penyajiannya yang semakin beragam. Namun tidak dapat dipungkiri, kopi merupakan salah satu penyebab perubahan warna pada gigi. Kopi bersifat asam dan memiliki kandungan tanin atau asam tanat. Sifat asam pada kopi akan menyebabkan gigi berpori - pori sehingga zat tanin akan menempel pada permukaan gigi sehingga menimbulkan noda pada gigi yang terlihat kecoklat - coklatan.


2. Teh

Minuman ini tak kalah populernya dengan kopi. Karena merupakan sebuah minuman yang dikonsumsi hampir setiap selesai makan. Kandungan teh tidak jauh berbeda dengan kopi. Teh juga memiliki asam tanat yang dapat menyebabkan noda pada gigi. Dikatakan bahwa teh hijau, teh herbal, dan teh putih (white tea) tidak seagresif teh hitam dalam menodai gigi. Teh hitam lebih agresif menyebabkan noda pada gigi dibandingkan dengan kopi.

3. Minuman Ringan


Minuman ringan merupakan minuman yang banyak penggemarnya, dari anak - anak sampai orang tua, menyukai minuman ringan. Minuman ringan yang banyak dijual dipasaran telah diteliti sebagai salah satu penyebab perubahan warna pada gigi dan juga sebagai penyebab gigi berlubang. Kandungan asam dan produk sampingan gula asam dapat menyebabkan permasalahan bagi permukaan dan lapisan gigi, sehingga berpotensi menyebabkan gigi berlubang. Salah satu minuman ringan yang berpotensi tinggi menyebabkan perubahan warna dan gigi berlubang adalah minuman bersoda. Minuman bersoda memiliki tingkat keasaman 2,52. Meskipun rendah, namun minuman bersoda memiliki kadar fosfat yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium pada gigi, sehingga gigi dapat mengalami kerusakan.


Perubahan warna dan kerusakan gigi/gigi berlubang tidak akan terjadi apabila kita mengkonsumsinya tidak secara rutin dan berlebihan, dan yang terpenting kondisi kebersihan mulut selalu terjaga. Noda pada gigi yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik mudah dihilangkan dengan cara berkumur, menyikat gigi, dan scaling. Namun apabila noda telah menempel terlalu lama, maka akan semakin susah untuk dihilangkan.

Baca Juga :
                    Tips Memilih Pasta Gigi
                    Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut
                    Dampak Buruk Karang Gigi

Wednesday, May 10, 2017

Penyebab Gusi Bernanah dan Bengkak

Sakit yang dialami pada rongga mulut biasanya bersumber dari gigi yang mengalami suatu kelainan. Salah satu gejala yang ditimbulkan berupa sakit pada gusi disertai pembengkakan serta manifestasi berupa segumpalan kecil nanah yang terdapat di dalam gusi.

Gusi yang bengkak dan bernanah menandakan adanya kelainan pada jaringan di dalam gusi. Gejala yang timbul biasanya gigi menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan panas atau dingin, atau timbul rasa sakit apabila tertekan. Rasa sakit ringan timbul diawal dan lama kelamaan rasa sakit akan bertambah parah sampai memuculkan titik putih berisi nanah pada permukaan gusi.



Gusi bernanah menandakan terjadinya infeksi oleh bakteri pada daerah tersebut. Setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh(imun) masing-masing, fungsinya adalah untuk melawan penyakit yang menyerang tubuh. Jadi, nanah yang timbul merupakan hasil dari proses perlawanan tubuh melawan infeksi yang terjadi.

Nanah yang tidak dapat dikeluarkan dari dalam jaringan akan menumpuk pada rongga jaringan itu dan menyebabkan terjadinya pembengkakan yang menimbulkan rasa sakit yang disebut dengan abses. Hasil akhir dari proses perlawanan tubuh melawan infeksi di dalam mulut dapat berupa abses, granuloma, dan kista.



Penyebab gusi bernanah (Abses)

Gusi bengkak dan bernanah serta menimbulkan rasa sakit tidaklah tiba-tiba terjadi tanpa ada hal yang menyebabkannya. Hal ini terjadi karena adanya aktifitas bakteri yang menyebabkan terjadi infeksi pada gusi yang mengalami pembengkakan.

Ada dua penyebab yang dapat menimbulkan terjadinya abses dan masing-masing menimbulkan permasalahan yang sama namun letaknya berbeda. 

1. Abses Periapikal disebabkan oleh gigi berlubang


Abses periapikal adalah abses yang terjadi disekitar ujung akar gigi. Penyebabnya adalah terbukanya jaringan pulpa gigi oleh karena karies (lubang pada gigi). Gigi yang berlubang merupakan jalan masuk bagi bakteri untuk menginfeksi ruang pulpa gigi yang dapat menjalar ke ujung saraf dan pembuluh darah sehingga terjadilah infeksi pada jaringan disekitar ujung akar gigi. > Penyebab Gigi Berlubang <

2. Abses Periodontal disebabkan oleh plak & karang gigi


Abses periodontal adalah abses yang terjadi disekitar gusi yang menempel pada gigi. Penyebab timbulnya nanah pada gusi sekitar gigi adalah karena plak dan karang yang tebal menyelimuti gigi. Plak dan karang gigi mengandung bakteri yang begitu banyak, yang dapat merusakan perlekatan gusi dengan gigi mengakibatkan terjadinya infeksi pada jaringan itu. > Dampak Buruk Karang Gigi <


Agar tidak terjadi gusi bengkak dan bernanah, ingatlah selalu akan kebersihan rongga mulut agar bakteri-bakteri jahat tidak dapat merusak dan menginfeksi rongga mulut. Apabila anda memiliki gigi berlubang segeralah ditambal, jangan menunggu sakit. Rasa sakit yang timbul menandakan lubang gigi anda telah dalam dan bakteri siap menginfeksi jaringan di dalamnya. Periksakan keadaan rongga mulut dan bersihkan karang gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Untuk pengobatan agar rasa nyeri yang ditimbulkan mereda, dapat dibaca pada artikel berikut ini "Cara Mengobati Gusi Bengkak dan Bernanah"

Saturday, May 6, 2017

Penyebab Gigi Berlubang

Pada masa kecil mungkin kita pernah menanyakan kepada orang tua kita :

"Apa sih yang menyebabkan gigi kita berlubang?"


Atau pada saat sekarang ini anak kita menanyakan hal itu kepada kita. Apa jawab kita? Pada kegiatan baksos (bakti sosial) disalah satu sekolah dasar di Bali beberapa waktu lalu, ada seorang siswa bertanya kepada saya "Benar nggak, ulat yang ada di gigi itu bisa buat gigi berlubang?"

Mungkin hal yang dipahami siswa itu adalah dimana terjadi pembusukan penyebabnya pasti si ulat. Bila untuk anak kecil hal itu masih dapat diterima dan masuk akal mereka. Tapi bagaimana dengan kita yang sudah dewasa, apakah masih beranggapan bahwa penyebab gigi berlubang itu si ulat nakal? 



Gigi berlubang merupakan masalah yang paling sering dijumpai pada rongga mulut manusia. Gigi berlubang atau dalam bahasa kedokterannya "karies" adalah suatu penyakit infeksi (mikroba) yang melibatkan jaringan kalsifikasi (email & dentin) dari gigi.

Proses terjadinya gigi berlubang ditandai dengan adanya dimineralisasi dari substansi inorganik dan rusaknya substansi organik dari gigi. Kerusakan jaringan keras gigi terjadi oleh karena beberapa foktor penyebab berikut ini.

Penyebab Gigi Berlubang (Karies)


Gigi berlubang terjadi karena 4 faktor yang saling berhubungan yaitu :


1. Host


Host yang dimaksud adalah gigi dan air liur sebagai media utama.


2. Substrat


Subtrat atau makanan dapat mempengaruhi terjadinya lubang pada gigi. Karena subtrat dalam bentuk karbohidrat terutama sukrosa dapat membantu mikroorganisme di rongga mulut memproduksi asam yang dapat membuat gigi berlubang.



3. Mikroorganisme


Mikroorganisme yang berwujud bakteri streptokokus mutans salah satunya penyebab gigi berlubang. Dengan kata lain, bakteri adalah salah satu penyebab gigi berlubang

4. Waktu


Waktu menjadi faktor penentu terjadi atau tidaknya lubang pada gigi, setelah faktor host, substrat, dan mikroorganisme bergabung. Bila ketiga faktor ini telah bergabung, akan membentuk plak keras yang menempel pada permukaan gigi, dan plak ini akan membutuhkan waktu kurang lebih 6 - 48 bulan untuk membuat gigi itu berlubang.


Bakteri penyebab gigi berlubang pasti ada di dalam mulut manusia. Bila ada makanan atau substrat berupa karbohidrat terutama sukrosa yang dikonsumsi manusia, menempel dalam waktu yang lama pada gigi dan rongga mulut manusia, akan membantu bakteri streptokokus mutans dkk memproduksi asam.

Zat asam inilah yang nantinya mengikis jaringan keras gigi sedikit demi sedikit. Karena sifat jaringan keras atau jaringan kalsifikasi gigi yang tidak tahan terhadap asam.


Keempat faktor ini saling memerlukan dan berhubungan. Apabila salah satu faktor tidak ada, maka lubang pada gigi tidak akan terbentuk.

Oleh sebab itu  cara pencegahan gigi berlubang dapat dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi faktor substrat, dengan cara mencegah faktor substrat menempel lama di permukaan gigi dan di rongga mulut, sehingga bakteri tidak dapat memproduksi asam.

Saturday, April 29, 2017

Dampak Buruk Mengunyah dengan Satu Sisi

Mengunyah adalah aktivitas pokok yang hampir pasti dilakukan manusia setiap hari. Karena apapun makanan yang akan dimakan harus melalui proses pengunyahan di dalam mulut terlebih dahulu. Permasalahan gigi dapat terjadi akibat dari cara pengunyahan yang salah. Pengunyahan yang salah yang sering terjadi pada masyarakat kebanyakan adalah mengunyah makanan hanya menggunakan satu regio/sisi saja secara terus menerus. Sebelum lanjut, adakah pembaca saat ini yang memiliki kebiasaan demikian? Stop kebiasaan itu!



Mengunyah dengan sebelah sisi biasanya terjadi karena sisi yang lain mengalami permasalahan. Beberapa diantaranya adalah karena bila dipakai mengunyah akan terasa sakit dan ngilu, atau timbul rasa kurang nyaman saat dipakai untuk mengunyah. Ada juga yang memiliki alasan karena sudah terlanjur dan menjadi kebiasaan mengunyah pada satu sisi saja, misalnya sisi kiri atau kanan saja, tanpa adanya kelainan. Hal ini sudah terbukti akan menimbulkan masalah bagi keadaan gigi-gigi anda. Baik itu pada gigi yang sering digunakan untuk mengunyah atau yang tidak pernah digunkan untuk mengunyah.

Masalah yang akan ditimbulkan :


1. Penumpukan karang gigi


Pada bagian gigi yang jarang atau tidak pernah digunakan untuk mengunyah akan terjadi penumpukan karang gigi. Karena proses mengunyah juga dapat membantu membersihkan gigi secara langsung.

2. Karies / lubang gigi


Setelah penumpukan karang gigi terjadi, akibat yang akan ditimbulkan oleh karang gigi itu adalah membuat gigi menjadi berlubang oleh karena bakteri yang terkandung di dalam karang gigi tersebut. Sehingga tidak disadari gigi akan terasa ngilu bahkan terasa sakit apabila lubang gigi sudah mencapai dentin bahkan saraf gigi.

3. Wajah tidak simetris (asimetris)

Otot dari gigi yang sering digunakan untuk mengunyah akan lebih tebal dari otot gigi di sisi lain. Tebalnya otot disatu sisi akan menyebabkan bentuk wajah tidak simetris.

4. Sakit kepala sebelah / migrain


Otot gigi yang tidak simetris dapat menyebabkan gangguan pada sendi temporo mandibular joint. Gangguan sendi otot inilah yang nantinya akan menyebabkan sakit kepala sebelah atau migrain.



Maka dari itu sangat disarankan mengunyah dengan menggunakan kedua sisi secara bergantian. Mengunyah juga akan membantu membersihkan rongga mulut dari kotoran, karena mengunyah memiliki sifat self cleansing. Kunyahan akan memproduksi air liur di dalam mulut dan air liur inilah yang akan melawan bakteri-bakteri jahat di dalam mulut. Bila hanya mengunyah satu sisi saja, maka sisi itu sajalah yang akan bersih dan sisi lainnya menjadi sarang bakteri.

Bila gigi anda mengalami gangguan sehingga mengunyah menggunakan satu sisi saja, segeralah pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan dan mengatasi masalah tersebut. Agar tidak muncul masalah berikutnya pada gigi anda.

Friday, April 7, 2017

Penyebab Gigi Berantakan


Kerapian susunan gigi saat ini bukan lagi hal yang patut disepelekan oleh masyarakat di era modern saat ini, karena dinilai sebagai nilai tambahan dan penyokong untuk mantapnya penampilan seseorang. Penampilan yang baik dan rapi pada diri seseorang, mencerminkan bahwa orang itu cermat dalam mengurus dirinya sendiri. Rapinya susunan gigi adalah hal yang utama terlihat saat kita berjumpa dan berbicara dengan seseorang. Apalagi bila kita orang yang sering bertatap muka dengan orang lain atau sebagai publik figur, tak ada alasan untuk menomer duakan masalah ketidakteraturan sususanan gigi. 

Selain karena masalah estetika yang sangat mengganggu, gigi yang tidak tersusun dan tertata rapi menyebabkan masalah pada keadaan gigi itu sendiri. Dapat menjadi tempat terjebaknya makanan yang dapat menjadi pemicu terjadinya lubang pada gigi dan bau mulut.

Membahas gigi yang tidak teratur susunannya tentu tidak lepas dari faktor yang menyebabkannya. Penyebabnya tidak dapat dikatakan mutlak karena kesalahan orang yang bersangkutan, namun dapat juga berupa faktor keturunan dan kongenital. Dan faktor penyebab gigi tidak beraturan dibagi menjadi dua yaitu, faktor langsung dan tidak langsung.

1. Faktor tidak langsung :


a. Faktor keturunan
Faktor keturunan yang dimaksud adalah misalnya, pada orang tua satu memiliki rahang yang kecil dengan ukuran gigi kecil dan satunya lagi memiliki rahang besar dengan gigi yang ukurannya besar. Bisa jadi memiliki anak dengan gigi yang berdesakan karena memiliki rahang yang kecil dengan ukuran gigi yang besar.

b. Faktor kongenital
Dimaksudkan terjadinya gangguan pada janin dalam masa kehamilan. Gangguan itu dapat terjadi dikarenakan ibu hamil menkonsumsi obat-obatan, minuman keras, atau terjadinya kelainan. Sehingga mengakibatkan pertumbuhan rahang dan benih gigi pada calon bayi terganggu.

c. Penyakit thalasemia
Thalasemia adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik baik ukuran dan berat badan, termasuk terhambatnya pertumbuhan rahang dan gigi. Penyakit thalasemia ini terjadi pada usia anak-anak.


2. Faktor Langsung


a. Gigi susu tanggal sebelum waktunya (tanggal prematur/prematur loss)
Gigi susu memiliki peran yang sangat penting bagi jalan pertumbuhan gigi permanen. Bila gigi susu tanggal sebelum waktu gigi permanen tumbuh, maka dapat menyebabkan gigi permanen kehilangan jalan untuk menuju posisi yang sebenarnya.

b. Gigi susu tidak tanggal setelah waktunya (persistensi)
Bila gigi permanen telah menunjukkan tanda-tanda akan tumbuh, maka gigi susu harus segera tanggal. Bila tidak posisi tumbuh gigi permanen akan berada diantara posisi sebenarnya, karena posisi sebenarnya masih ditempati oleh gigi susu. Contohnya yang terjadi pada gigi gingsul.

c. Kebiasaan buruk (bad habbit)
Kebiasaan buruk merupakan faktor penyebab yang banyak dijumpai pada orang yang memiliki gigi yang tidak beraturan. Kebiasaan buruk seperti menghisap ibu jari, bernapas melalui mulut, menggigit pensil atau benda yang lain termasuk menggigit lidah, dll.

d. Jumlah gigi tidak normal
Hal ini jarang ditemukan, namun ada. Jumlah gigi permanen normal adalah 32 buah. Gangguan dapat terjadi berupa lebihnya jumlah gigi dan kurangnya jumlah gigi.

e. Bentuk gigi tidak normal
Kelainan seperti ini juga jarang terjadi. Salah satu contohnya adalah gigi yang bergabung jadi satu (fusi), terlihat seperti dua gigi yang menjadi satu.


Ketidak teraturan susunan gigi yang sering dijumpai adalah gigi berdesakan (crowded) dan gigi dengan banyak celah (multiple diastema). Agar gigi dapat tersusun rapi dari awal, ada baiknya kita mencegah faktor penyebab baik secara langsung dan tidak langsungnya.

Wednesday, March 15, 2017

Gigi Berlubang Ternyata Bisa Menular

Lubang gigi atau dalam bahasa kedokterannya disebut karies merupakan salah satu permasalahan pada gigi yang sering mengganggu keadaan rongga mulut kebanyakan orang. Tidak tergantung pada umur, karies dapat menyerang anak-anak sampai umur dewasa. Penyebabnya pun tidak dapat dipungkiri yaitu merujuk kepada tingkat kebersihan rongga mulut. Dapat juga karena kebiasaan yang buruk dan pola makan yang tidak baik. Karies sendiri terjadi karena adanya proses kimiawi yang terjadi antara sisa makanan yang ada di rongga mulut dengan bakteri. Tapi tahukah anda, karies gigi dapat menular? Ternyata lubang gigi tidak kalah hebatnya dengan penyakit menular lainnya. Artikel kali ini akan membuka wawasan anda mengenai karies yang dapat menular dari seorang ke orang lain.


Bakteri penyebab karies adalah Streptococus Mutans. Memiliki bentuk bulat dan tersusun seperti rantai. Bakteri ini dapat hidup dan tumbuh dengan optimal pada suhu 18oC – 40oC. Ditemukan pada gigi manusia yang mengalami luka dan merupakan bakteri yang paling aktif menyababkan karies.

Dalam suatu penelitian mengungkapkan bahwa karies gigi tidak hanya disebabkan karena konsumsi permen, gula, atau makanan dan minuman yang manis. Tetapi dapat disebabkan karena penularan. Seperti halnya bakteri pilek & flu yang dapat menular dengan menyebar, begitu juga dengan bakteri streptococus pada karies gigi dapat juga menular. Cara penularannya pun tentu sama dengan penyakit lainnya, karena mengalami kontak dengan penderita karies.

Beberapa cara penularan karies gigi yang telah diuji oleh peneliti adalah :


1.  Berciuman mulut


Melakukan ciuman antara mulut dengan mulut dapat menularkan bakteri penyebab karies ini. Karena mulut mengalami kontak secara langsung. Bakteri dapat larut dalam air liur yang tanpa diketahui berpindah tempat.

2. Berbagi alat makan & minum


Hal ini biasanya terjadi pada ibu dan anak. Sebagai seorang ibu tentu tidak akan merasa tidak enak bila berbagi sendok dengan anaknya. Tapi hal ini justru menyebabkan bakteri dapat tertular. Bisa pada sendok, gelas, sedotan, dll

3. Melakukan aktifitas lain dengan kontak mulut baik secara langsung maupun tidak langsung yang berpotensi menukar air liur dari satu orang ke orang lain.


Namun dari semuanya itu karies tidak akan terjadi bila yang tertular menjaga baik keadaan rongga mulut dan kebersihannya. Bila hanya bakteri yang tertular, namun kondisi rongga mulut si tertular tidak terdapat sisa-sisa makanan dan kotoran , maka karies tidak akan terjadi. Intinya penyebab karies saling berhubungan dan ketergantungan, bila tidak ada penyebab satunya, maka penyebab yang lainnya tidak dapat menyebabkan karies.

Jagalah selalu kebersihan gigi dan rongga mulut kita, agar jangan sampai kita menularkan penyakit pada orang-orang yang kita sayangi.           

Monday, March 13, 2017

Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut

Merokok tidak lagi dapat dipandang sebagai suatu cara untuk bergaya. Banyak anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah sudah mulai kecanduan rokok, entah benar kecanduan atau sekedar bergaya. Menurut World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia, lingkungan asap rokok merupakan faktor penyebab terjadinya penyakit, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Dalam suatu penelitian menemukan bahwa rokok tidak hanya menyerang organ pernapasan manusia yaitu paru-paru, tetapi juga dapat berdapak buruk bagi rongga mulut si perokok. Rongga mulut merupakan pintu utama masuknya rokok. Rongga mulut adalah bagian yang sangat mudah terpapar efek rokok, karena merupakan tempat terjadinya penyerapan zat hasil pembakaran rokok yang utama.


Sebelum kita membahas dampaknya bagi rongga mulut, baiknya kita mengetahui sedikit kandungan rokok. Rokok merupakan gabungan dari bahan-bahan kimia. Satu batang rokok yang dibakar, akan mengeluarkan 4000 bahan kimia. Rokok menghasilkan suatu pembakaran yang tidak sempurna yang dapat diendapkan dalam  tubuh ketika dihisap. Secara umum komponen rokok dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu komponen gas (92%) dan komponen padat atau partikel (8%).Tar, nikotin, dan karbonmonoksida merupakan zat yang paling berbahaya yang terkandung dalam asap rokok.

1. Tar 


Adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogenik. Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan menyebabkan kanker.  Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke rongga mulut sebagai uap padat yang setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran napas, dan paru-paru. Komponen tar mengandung radikal bebas, yang berhubungan dengan resiko  timbulnya kanker.

2. Nikotin 


Merupakan bahan yang bersifat toksik dan dapat menimbulkan ketergantungan psikis. Nikotin merupakan alkaloid alam yang berbentuk cairan, tidak berwarna, dan mudah menguap. Zat ini dapat berubah warna menjadi coklat dan berbau seperti tembakau jika bersentuhan dengan udara. Nikotin berperan dalam menghambat perlekatan dan pertumbuhan sel fibroblast ligamen periodontal, menurunkan isi protein fibroblast, serta dapat merusak sel membran.

3. Gas Karbonmonoksida 


Gas karbonmonoksida dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah yang akan berpengaruh pada sistem pertukaran haemoglobin. Karbonmonoksida memiliki afinitas dengan haemoglobin sekitar dua ratus kali lebih kuat dibandingkan afinitas oksigen terhadap haemoglobin. Afinitas (affinity) adalah sejauh mana suatu substansi cenderung ingin mengikat diri dengan yang lain.

Selanjutnya dampak rokok bagi rongga mulut adalah sebagai berikut :


a.Terbentuknya endapan coklat di permukaan gigi. Endapan tersebut dihasilkan oleh zat Tar.

b.Meningkatkan resiko terjadinya karies (lubang gigi). Suatu penelitian melakukan sebuah pengukuran indeks terjadinya karies pada perokok dan non-perokok, dan menunjukkan hasil bahwa tingkat terjadinya karies sangat tinggi bagi perokok. Hal ini terjadi karena zat dalam asap rokok dapat menurunkan fungsi air liur sebagai proteksi gigi.

c.Meningkatkan peluang kehilangan gigi. Kehilangan gigi berhubungan dengan tingkat karies yang tinggi terhadap perokok.

d.Efek lokal merokok terhadap gigi dan rongga mulut antara lain menyebabkan terjadinya radang gusi, penyakit periodontal (jaringan pendukung gigi), karies akar, terkikisnya tulang gigi, serta berhubungan dengan munculnya lesi-lesi khas pada jaringan lunak rongga mulut.

e.Komponen toksik dalam rokok dapat mengiritasi jaringan lunak rongga mulut, dan menyebabkan terjadinya infeksi mukosa, memperlambat penyembuhan luka, serta dapat mengurangi asupan aliran darah ke gusi.

f.Menyebabkan bau mulut akibat kandungan nikotin.

g.Mempercepat pembentukan karang gigi hingga menyebabkan kehilangan perlekatan gusi terhadap gigi yang disebut dengan poket, serta penurunan gusi akibat dari radang gusi sehingga membuka permukaan akar gigi.

h.Menyebabkan penurunan antibodi dalam air liur, yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut, sehingga terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Penurunan fungsi antibodi saliva, disertai dengan meningkatnya jumlah bakteri anaerob rongga mulut, menyebabkan rongga mulut rentan terserang infeksi.

Dampak negatif akibat merokok, diawali dengan terjadinya akumulasi plak pada gigi dan gusi. Tar yang mengendap pada gigi, selain menimbulkan masalah secara estetik atau penampilan, juga menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar, sehingga mudah dilekati plak. Akumulasi plak diperparah dengan kondisi kebersihan mulut yang kurang baik, menyebabkan terjadinya gingivitis atau radang gusi.

Begitu banyak efek buruk yang timbul akibat merokok. Sayangi rongga mulut dan tubuh anda dengan berhenti merokok. Mulai dari sadar akan kesehatan dan lakukan berbagai cara agar kesehatan tetap terjaga, terutama pada rongga mulut yang merupakan organ penting bagi kehidupan kita

Sunday, March 12, 2017

Dampak Buruk Karang Gigi

Bukan masalah yang jarang diketahui lagi tentang karang gigi. Saat ini masyarakat sudah mulai menyadari dan memeriksa seberapa tebal karang yang menempel pada giginya. Tak jarang juga sesudah sadar langsung pergi ke dokter gigi untuk melakukan scaling (membersihkan karang gigi). Karang gigi merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada masyarakat yang kurang sadar akan kerbersihan rongga mulutnya. Mereka yang belum mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan bila membiarkan karang gigi menjadi gigi dalam karang. Gigi dalam karang, artinya hampir seluruh permukaan gigi sudah ditutupi oleh karang.


Karang gigi terbentuk dari hasil campuran antara sisa makanan bakteri dan zat-zat yang berada di dalam mulut. Memiliki sifat yang lengket dan lunak. Plak gigi yang baru terbentuk memiliki sifat yang mudah dibersihkan, sehingga bila kita menyikat gigi plak yang baru terbentuk itu akan segera hilang. Plak gigi yang mengendap dalam waktu yang lama akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Karang gigi tidak lagi memiliki sifat seperti plak. Sifat karang gigi sudah kuat menempel sehingga tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi saja, perlu bantuan dokter untuk membersihkannya.


Bila karang gigi telah terbentuk, banyak dampak yang akan terjadi pada gigi dan gusi


1. Pertama bila karang gigi menempel di pertemuan antara gigi dan gusi, hal itu berdampak buruk bagi perlekatan gusi pada gigi. Karang gigi akan mengambil alih posisi awal gusi yang menyebabkan gusi turun menuju akar gigi. Sehingga terbukanya permukaan akar gigi, yang bila terkena rangsangan atau paparan akan menimbulkan rasa ngilu.

2. Bau mulut. Karena karang gigi merupakan campuran bakteri dan sisa makanan, tentu memiliki bau yang menyengat, sehingga membuat rongga mulut memiliki aroma yang sama.

3. Karang gigi merupakan sarang bagi bakteri. Bakteri akan semakin berkembang biak, lalu menyusup ke gusi yang dapat menyebabkan iritasi dan radang gusi atau ginggivitis. Gusi umumnya berwarna merah muda, bila gusi berwarna merah tua berarti gusi dalam keadaang radang. Sehingga bila terkena sentuhan dapat menyebabkan perdarahan.

4. Terjadinya perdarahan akibat gusi radang dapat juga menjadi jalan bakteri yang ada di karang gigi untuk masuk ke dalam jaringan darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan arteri mengalami penyumbatan dan berakhir pada stroke bahkan sakit jantung.

Karang gigi dapat menjadi faktor awal terjadinya komplikasi lain yang timbul di rongga mulut. Karang gigi tidak hanya menempel pada permukaan gigi saja, tapi dapat juga masuk kesela-sela gigi bahkan ke sela-sela antara akar gigi dan gusi. Jangan anggap remeh karang gigi, periksa dan bersihkan karang gigi ke dokter gigi paling sedikit 6 bulan sekali. Selain itu, gunakanlah kedua sisi gigi, kanan dan kiri untuk mengunyah, karena itu juga dapat mengurangi kemungkinan terbentuknya karang gigi. Biasanya orang yang lebih suka ngemil akan lebih sedikit memiliki karang gigi dibandingkan orang yang jarang ngemil. Dan biasanya perokok memiliki karang gigi yang lumayan banyaknya. Ingatlah selalu menjaga kebersihan rongga mulut.

Penyebab Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi

Saat menggosok gigi gusi malah berdarah. Pernahkah anda mengalami hal seperti itu? Biasanya hal itu kita sadari setelah selesai kita menggosok gigi, saat hendak membuang busa sisa pasta gigi yang ada di mulut kita. Ada warna putih bercampur merah sedikit, yaitu busa yang bercampur sedikit darah yang tampak. Setelah diperiksa di depan cermin ternyata ada bagian gusi yang mengeluarkan darah. Anggapan orang biasanya karena terkena tangkai sikat atau karena terlalu keras memberi tekanan pada gigi saat menggosoknya, ada benarnya juga. Bisa juga terjadi karena bulu sikat yang kita gunakan terlalu kaku, sehingga menyebabkan luka pada gusi. Itu semua adalah faktor luarnya saja, tapi yang akan kita bahas disini adalah faktor dalamnya juga.


Bila gusi berdarah terjadi sesekali saja itu masih termasuk hal yang bisa dikatakan belum darurat, tapi bila sudah lebih dari sekali bahkan berulang-ulang, sudah tidak dapat dikatakan wajar. Gusi yang berdarah sebenarnya tidak bisa dikatakan normal lagi, sama halnya seperti kulit yang mengeluarkan darah, pasti dalam keadaan tidak normal seperti terjadi luka. Gusi yang berdarah berarti gusi mengalami peradangan atau ginggivitis. Banyak penyebabnya, baik itu karang gigi, bakteri, dll. Kita fokus membahas gusi yang berdarah saat menggosok gigi, hal itu dapat terjadi karena gusi yang radang lalu terkena gosokan sikat gigi.

Faktor yang menyebabkan peradangan pada gusi, yaitu sebagai berikut :


1. Karena Jarang Menyikat Gigi


Seperti yang saya katakan di artikel-artikel sebelumnya, di dalam rongga mulut banyak sekali terdapat bakteri. Bila jarang menyikat gigi dan membersihkan rongga mulut, bakteri hanya butuh waktu 24 jam untuk menginfeksi dan membuat gusi menjadi radang. Gusi yang radang akan terlihat memerah, dan bila terkena sikat gigi akan mengeluarkan darah.

2. Kurang Istirahat dan Stres


Bukan hanya bagi gusi, kurangnya istirahat dan stres juga dapat mengakibatkan penyakit lainnya. Kurangnya istirahat dapat membuat tubuh menjadi lemas dan lesu. Begitu juga sistem kekebalan tubuh kita akan menurun. Sehingga kekuatan tubuh untuk melawan serangan bakteri yang menginfeksi gusi tidak ada. Sehingga peradangan gusi terjadi.

3. Mulut Kering


Mulut kering banyak sekali penyebabnya. Bisa karena sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau bisa juga karena produksi air liur di rongga mulut menurun. Kekeringan di dalam mulut dapat mempercepat perkembangbiakan bakteri. Sehingga dampaknya pun bisa berupa radang gusi, gigi berlubang, dll.

4. Karang Gigi


Karang gigi menempel pada bagian antara gigi dan gusi, yang lebih tepat di daerah perlekatan gigi dan gusi. Karang gigi yang menumpuk menyebabkan gusi meradang dan mengikis gusi sedikit demi sedikit.

5. Faktor Hormonal


Hal ini biasanya terjadi pada wanita. Karena mereka mengalami fase menstruasi, kehamilan, dan menapause. Dalam fase ini gusi berubah menjadi sangat sensitif sehingga mudah terjadi perdarahan pada gusi.

6. Penyakit Serius


Penyebab yang satu ini merupakan perdarahan gusi yang terjadi pada penderita penyakit serius seperti diabetes, leukemia, dan HIV. Karena memang ada dampak yang signifikan terjadi pada rongga mulut termasuk pada gusi.

Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah menjaga selalu kebersihan mulut, agar bakteri tidak dapat berkembangbiak dengan baik sehingga menurunkan dampak buruk yang terjadi bagi rongga mulut.

Saturday, March 11, 2017

Bahaya Gigi Berlubang Bila Dibiarkan

Berbagai macam jenis permasalahan gigi yang timbul saat ini baik itu yang serius maupun masih dapat ditanggulangi sendiri. Salah satu permasalahan gigi yang paling banyak di derita masyarakat adalah karies. Pengertian karies adalah penyakit infeksi pada struktur gigi yang berupa hilangnya enamel atau dentin oleh karena aktivitas bakteri, itu pengertian secara ilmiahnya. Tapi pengertian gampangnya, karies itu adalah lubang yang terjadi pada gigi. 


Gigi berlubang sangat banyak dan sering dijumpai, baik anda sebagai masyarakat biasa, pasti sering mendengar keluhan orang yang mengalami sakit gigi karena lubang. Misalnya saja teman yang tidak masuk karena giginya sakit akibat karies, atau anak yang menangis karena sakit gigi akibat karies juga. Lubang gigi atau karies tentu tidak boleh kita anggap sakit biasa, dan bisa hilang sendirinya atau diminumkan obat saja lalu sembuh. Tapi sebenarnya ada bahaya bagi kesehatan yang akan timbul bila lubang gigi itu dibiarkan saja.

Gigi yang berlubang akan mengalami kerusakan dan kehilangan jaringan lapisan gigi baik itu enamel/email atau pun pada dentin.

Bahaya yang akan timbul bila tidak segera diobati adalah :


1. Ngilu yang sangat mengganggu


Timbulnya rasa ngilu ini adalah akibat dari lubang gigi yang telah mengikis habis email dan membuka permukaan dentin. Dentin merupakan lapisan gigi yang sangat peka terhadap paparan, bahkan terkena tiupan angin pun dapat menimbulkan rasa ngilu. Ngilu bila minum air dan berkumur, ngilu bila dipakai makan, dll.

2. Sakit yang Hebat pada Malam Hari


Rasa sakit yang timbul pada malam hari atau pada saat tubuh dalam kondisi lelah, merupakan lubang gigi yang sudah sampai membuka ruang pulpa gigi. Di dalam ruang pulpa gigi terdapat banyak saraf-saraf gigi. Bila ruang pulpa terbuka, akan terjadi infeksi pada saraf gigi. Bila sudah terjadi seperti ini, harus segera ditindak lanjuti. Timbulnya rasa sakit pada malam hari, karena pembuluh darah menyusut sehingga rasa nyeri makin terasa kuat. Karena jika saraf masih baru terinfeksi, saraf gigi dapat diselamatkan, tapi bila saraf gigi sudah terlanjur terinfeksi sehingga menyebabkan kematian saraf, maka gigi menjadi non-vital atau mati.

3. Timbulnya Abses


Abses adalah kumpulan pus atau nanah. Abses ini terbentuk karena jaringan saraf gigi yang sudah terinfeksi dan menjadi tempat sarang bakteri. Abses akan terlihat pada permukaan gusi berupa benjolan kecil dan berisi cairan putih di dalamnya.

4. Timbulnya Kista pada Gigi


Kista pada gigi timbul karena terjadinya infeksi kronis pada saraf gigi yang dibiarkan begitu saja. Pada tahap awal akan terbentuk seperti gelembung kecil yang berisi cairan pada akar gigi yang disebut granuloma, selanjutnya terbentuklah kista yang dapat membesar, sekaligus merusak jaringan tulang sekitarnya yang akan menimbulkan efek berikutnya yang lebih serius. Baik granuloma maupun bila sudah menjadi kista dalam ukuran kecil, tidak akan terlihat dengan mata saja. Akan terlihat pembengkakan bila kista sudah membesar dan sudah menghancurkan jaringan tulang sekitarnya. Kista kecil tidak menimbulkan gejala, tapi bila kista terinfeksi akan menibulkan sakit yang luar biasa.

5. Kehilangan Gigi


Bila terjadi karies yang sudah menghabiskan seluruh mahkota gigi dan yang tersisa hanya akarnya saja, bahkan bila akar sudah dalam keadaan non-vital atau mati dan sudah tidak bisa dirawat serta diselamatkan, terpaksa gigi harus dicabut. Gigi yang hilang akan menimbulkan efek yang buruk bagi gigi-gigi disekitarnya. Pengobatan kista juga dapat menghilangkan gigi, apabila dengan perawatan sederhana tidak dapat menhilangkan kista itu.


Itulah beberapa manifestasi lubang gigi yang dibiarkan begitu saja. Itu hanya 5 bahaya dari sekian banyaknya bahaya. Sakit yang ditimbulkan oleh lubang gigi tidak cukup bila hanya dihilangkan menggunakan obat minum saja. Sumbernya harus dihilangkan barulah aman untuk ke depannya. jadi jangan remehkan lubang pada gigi, karena tak jarang dapat menyebabkan kematian. Berobatlah pada dokter gigi yang sudah tentu menguasai ilmunya, bukan kepada orang yang mengatakan “ahli”.

Wednesday, March 8, 2017

Penyebab Utama Bau Mulut

Salah satu fungsi bibir atau mulut adalah untuk bicara. Bicara mengeluarkan kata-kata dan tentu udara untuk menghantar kata-kata itu sampai ke telinga pendengar. Udara yang keluar dari dalam mulut juga tak bisa dihindari dapat tercium oleh indra pencium yaitu hidung. Biasanya orang yang sedang kita ajak bicara atau kita sendiri sebagai pendengar tentu akan merasakan dan mencium udara atau hembusan napas yang keluar dari mulut si pembicara. Bila napas yang keluar dari mulut itu memiliki aroma yang tidak sedap dan menyengat, tentu akan mengganggu si pendengar. Bila si pendengar terganggu akan napas si pembicara, si pendengar akan memberi kode atau sedikit memunculkan perasaanya, sehingga membuat si pembicara tahu bahwa napasnya mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Napas bau yang keluar dari bibir kita sangat membuat kita terganggu dalam menjalani setiap aktifitas kita, karena kita tidak bisa lepas dari yang namanya berkomunikasi. Bila anda pernah mengalami hal tersebut, taukah anda apa penyebabnya?



Napas yang bau merupakan tanda bahwa rongga mulut sedang tidak sehat. Tidak hanya karena setelah memakan makanan atau menegak minuman yang memiliki aroma yang menyengat saja. 


Bau mulut dapat timbul karena beberapa hal berikut, yaitu :


1. Penumpukan bakteri pada rongga mulut, baik pada gigi, gusi, dan lidah. 


Penumpukan bakteri itu disebabkan karena penurunan kadar saliva (air liu) yang berfungsi membersihkan bakteri-bakteri yang ada di dalam rongga mulut. Kondisi ini disebut dengan xerostomia. Selain karena penurunan kadar saliva, penumpukan bakteri juga dapat disebabkan oleh aktivitas pernapasan melalui mulut bukan dari hidung, yang menyebabkan mulut menjadi kering.


2. Bau mulut juga timbul karena konsumsi obat-obatan tertentu.


3. Merokok.


4. Karang gigi.


Karang gigi yang menumpuk juga dapat menjadi penyebab munculnya bau pada napas. Karena karang gigi mengandung, sisa-sisa makanan, bakteri, dan zat-zat lain.


5. Kebersihan rongga mulut yang tidak baik. 


Di dalam rongga mulut terdapat berbagai macam bakteri dan menjadi tempat utama makanan dan minuman masuk. Bila kebersihan mulut tidak dijaga, tentu sisa sisa makanan dan bakteri – bakteri akan menguasai rongga mulut, sihingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

6. Ada kelainan dalam rongga mulut.


Bisa jadi sariawan, gigi berlubang, lesi-lesi pada gusi, dll.


7. Masalah pada lambung dan usus (gastrointestinal).


Bila tidak ditemukan adanya kelainan yang menimbulkan bau yang tidak sedap pada rongga mulut, bisa jadi penyebabnya adanya masalah pada pencernaan baik itu pada lambung maupun usus. Misalnya infeksi pada usus dan asam lambung naik ke kerongkongan.

Itulah beberapa penyebab yang umumnya terjadi pada orang yang memiliki bau mulut yang tidak sedap. Disinilah pentingnya kita menjaga kebersihan rongga mulut. Agar aktifitas kita sehari-hari tidak terganggu.