Thursday, June 1, 2017

2 Faktor Penyebab Gusi Turun (Resesi Gingiva)


Pernahkah anda mengalami atau melihat kelainan pada rongga mulut, berupa resesi gingiva? Resesi gingiva adalah suatu keadaan dimana gusi turun menuju ujung akar gigi dan menyebabkan permukaan akar gigi terbuka. Kelainan seperti ini banyak dan sering dijumpai pada orang dewasa usia lanjut. Namun tidak sedikit juga pada usia - usia muda dapat mengalami resesi gingiva.

Gigi dapat berdiri tegak karena ada faktor pendukungnya, yaitu tulang alveolar dan jaringan periodontal termasuk gusi yang menyelimuti akar gigi. Gusi yang menyelimuti gigi bersifat lunak dan apabila mengalami trauma yang berkepanjangan dapat timbul kelainan, berupa inflamasi, resesi, infeksi, dll.

Apa yang menyebabkan gusi menjadi turun ?


Ada dua faktor yang menjadi penyebab gusi menjadi turun. Dan merupakan sebuah kebiasaan buruk yang tidak kunjung diperbaiki sehingga menimbulkan masalah pada rongga mulut. Yaitu :

1. Faktor lokal


a. Karang gigi


Karang gigi adalah suatu manifestasi dari kebiasaan buruk berupa tidak peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sebenarnya semua orang sudah paham dan tahu mengenai karang gigi serta dampak buruknya. Salah satu dampak buruknya adalah menyebabkan resesi gingiva. Karang gigi yang mengandung banyak bakteri jahat yang melekat pada permukaan leher gigi (antara mahkota dan akar gigi) akan menyebabkan gusi terinfeksi, sehingga lambat laun gusi akan turun mendekati akar gigi. Tidak hanya terhadap gusi, karang gigi juga menimbulkan dampak buruk lainnya. Maka dari itu karang gigi wajb dibersihkan 6 bulan sekali dan terapkan "Cara Alami Mencegah Karang Gigi".

2. Faktor luar


a. Cara menggosok gigi yang salah


Menggosok gigi tidak selalu memberikan efek perlindungan atau sebagai pembersih gigi. Apabila dilakukan dengan cara yang salah, menggosok gigi dapat menyebabkan resesi gingiva. Kebanyakan orang masih melakukan cara yang salah, seperti menggosok bagian permukaan luar gigi secara horizontal dua arah (maju-mundur), ditambahlagi dengan tekanan yang kuat. Cara seperti itu pasti mengenai gusi, sehingga gusi ikut tergosok oleh bulu sikat, dan menyebabkan gusi menjadi aus. Inilah yang dimaksud dengan trauma. Apabila cara menggosok gigi tidak dilakukan dengan benar, lambat laun gusi akan mengalami resesi. Informasi mengenai cara menggosok gigi yang tepat dan aman silahkan klik disini!



Bagaimana dampaknya ?


Dampaknya tidak akan langsung terlihat dalam sekejap. Namun beberapa waktu kedepan. Maka dari itu banyak gigi orang tua yang akar giginya terbuka, karena di usia mudanya melakukan kebiasaan buruk seperti diatas dan tak kunjung diperbaiki.

Gigi terbagi menjadi dua bagian yaitu, akar dan mahkota. Mahkota dilapisi email yang kuat, namun akar gigi hanya dilapisi sementum yang seharusnya tertutup oleh gusi. Sementum yang terbuka karena resesi gingiva, akan menyebabkan gigi menjadi sensitif dan menimbulkan sensasi ngilu apabila terkena rangsangan. Penyebab Gigi Ngilu pada Gigi.

Akar gigi yang terbuka juga pasti menyebabkan gigi menjadi goyang karena kehilangan salah satu perlekatannya. Gigi yang goyang tidak akan nyaman bila digunakan untuk makan, bahkan dapat menyebabkan kehilangan gigi. 


EmoticonEmoticon