Sunday, March 12, 2017

Dampak Buruk Karang Gigi

Bukan masalah yang jarang diketahui lagi tentang karang gigi. Saat ini masyarakat sudah mulai menyadari dan memeriksa seberapa tebal karang yang menempel pada giginya. Tak jarang juga sesudah sadar langsung pergi ke dokter gigi untuk melakukan scaling (membersihkan karang gigi). Karang gigi merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada masyarakat yang kurang sadar akan kerbersihan rongga mulutnya. Mereka yang belum mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan bila membiarkan karang gigi menjadi gigi dalam karang. Gigi dalam karang, artinya hampir seluruh permukaan gigi sudah ditutupi oleh karang.


Karang gigi terbentuk dari hasil campuran antara sisa makanan bakteri dan zat-zat yang berada di dalam mulut. Memiliki sifat yang lengket dan lunak. Plak gigi yang baru terbentuk memiliki sifat yang mudah dibersihkan, sehingga bila kita menyikat gigi plak yang baru terbentuk itu akan segera hilang. Plak gigi yang mengendap dalam waktu yang lama akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Karang gigi tidak lagi memiliki sifat seperti plak. Sifat karang gigi sudah kuat menempel sehingga tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi saja, perlu bantuan dokter untuk membersihkannya.


Bila karang gigi telah terbentuk, banyak dampak yang akan terjadi pada gigi dan gusi


1. Pertama bila karang gigi menempel di pertemuan antara gigi dan gusi, hal itu berdampak buruk bagi perlekatan gusi pada gigi. Karang gigi akan mengambil alih posisi awal gusi yang menyebabkan gusi turun menuju akar gigi. Sehingga terbukanya permukaan akar gigi, yang bila terkena rangsangan atau paparan akan menimbulkan rasa ngilu.

2. Bau mulut. Karena karang gigi merupakan campuran bakteri dan sisa makanan, tentu memiliki bau yang menyengat, sehingga membuat rongga mulut memiliki aroma yang sama.

3. Karang gigi merupakan sarang bagi bakteri. Bakteri akan semakin berkembang biak, lalu menyusup ke gusi yang dapat menyebabkan iritasi dan radang gusi atau ginggivitis. Gusi umumnya berwarna merah muda, bila gusi berwarna merah tua berarti gusi dalam keadaang radang. Sehingga bila terkena sentuhan dapat menyebabkan perdarahan.

4. Terjadinya perdarahan akibat gusi radang dapat juga menjadi jalan bakteri yang ada di karang gigi untuk masuk ke dalam jaringan darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan arteri mengalami penyumbatan dan berakhir pada stroke bahkan sakit jantung.

Karang gigi dapat menjadi faktor awal terjadinya komplikasi lain yang timbul di rongga mulut. Karang gigi tidak hanya menempel pada permukaan gigi saja, tapi dapat juga masuk kesela-sela gigi bahkan ke sela-sela antara akar gigi dan gusi. Jangan anggap remeh karang gigi, periksa dan bersihkan karang gigi ke dokter gigi paling sedikit 6 bulan sekali. Selain itu, gunakanlah kedua sisi gigi, kanan dan kiri untuk mengunyah, karena itu juga dapat mengurangi kemungkinan terbentuknya karang gigi. Biasanya orang yang lebih suka ngemil akan lebih sedikit memiliki karang gigi dibandingkan orang yang jarang ngemil. Dan biasanya perokok memiliki karang gigi yang lumayan banyaknya. Ingatlah selalu menjaga kebersihan rongga mulut.


EmoticonEmoticon