Jumat, 21 April 2017

Mencegah Gigi Berantakan dari Sejak Dini

Mempunyai anak dengan paras yang cantik dan tampan memang impian setiap orang tua. Penampilan yang ideal dapat terpenuhi dengan beberapa aspek-aspek yang ada pada diri seseorang, salah satunya dilihat dari kerapian susunan gigi. Di indonesia banyak dijumpai orang yang memiliki gigi tonggos dan tidak beraturan. Tentu dengan seperti itu mereka terlihat kurang baik penampilannya. Bila kita saat ini sebagai orang tua atau sebagai calon orang tua, pada artikel kali ini akan membahas bagaimana cara mencegah gigi si anak agar tidak berantakan dari sejak dini.
Sebelum mengetahui caranya ada baiknya mengetahui dahulu penyebab gigi itu berantakan. Dapat di klik >> di sini <<.

Pertumbuhan gigi pada manusia memiliki 3 fase, yaitu fase gigi susu/sulung, fase gigi bercampur (susu & permanen), dan fase gigi permanen. Nah agar gigi tidak tumbuh berantakan dapat kita cegah mulai dari fase ke dua yaitu fase gigi bercampur. Maksudnya seperti ini, fase gigi bercampur adalah dimana gigi-gigi susu mulai mengalami pergantian ke fase gigi permanen. Gigi permanen hanya tumbuh sekali dalam seumur hidup manusia. Untuk mengetahui waktu pertumbuhan gigi dapat dibaca disini >>Pertumbuhan gigi susu<<  >>Pertumbuhan gigi permanen<<.

Penting untuk mengawasi pertumbuhan gigi permanen. Caranya bagaimana? Harus mengetahui waktu pertumbuhannya dan tanda-tanda pertumbuhannya. Gigi susu selain berfungsi membantu anak mencerna makanan yang halus, berfungsi juga sebagai guidenya atau penunjuk arah pertumbuhan si gigi permanen. Gigi susu yang sudah mengalami kegoyangan menandakan gigi permanen siap tumbuh dan gigi susu segera ditanggalkan.

Lanjut kepada cara pencegahan gigi berantakan dari sejak dini. Dan caranya adalah :

    1. Jangan biarkan gigi susu tanggal sebelum waktunya. Sebelum waktunya gigi permanen tumbuh dan menunjukkan tanda-tanda akan tumbuh jangan sampai gigi susu tanggal. Karena gigi susu merupakan jalan untuk si gigi permanen tumbuh pada posisi yang tepat. Bila tidak ada gigi susu, gigi permanen akan kehilangan arah yang tepat dan dapat saja tumbuh pada posisi yang salah lalu menyebabkan gigi berjejal dan berantakan.

   2. Jangan biarkan gigi susu menghalangi pertumbuhan gigi permanen. Artinnya begini, bila gigi permanen sudah waktunya tumbuh dan menimbulkan tanda-tanda berupa kegoyangan pada gigi susu, segeralah lakukan pencabutan pada gigi susu tersebut. Karena gigi permanen sudah menemukan posisinya dan siap untuk muncul di permukaan. Tapi bila masih terhalang gigi susu, maka pertumbuhannya bisa jadi di belakang gigi susu atau di depan gigi susu.

   3. Hindari penyebab gigi susu berlubang. Pada anak-anak biasanya terjadi kerusakan pada gigi depannya dan gigi geraham. Kerusakan gigi susu dapat saja meyebabkan gigi tersebut harus dihilangkan karena menimbulkan penyakit. Sehingga akan terjadi seperti pada no.1. Permen susu dan makanan atau minuman yang manis-manis dan bersifat asam dapat menyebabkan gigi berlubang.

   4. Hentikan kebiasaan buruk. Bila dari kecil anak-anak suka menggigit-gigit sesuatu dan suka menghisap ibu jari, maka pada fase gigi bercampur dimana gigi permanen sudah mulai tumbuh, hentikan kebiasaan itu. Karena menyebabkan gigi merubah posisinya akibat tekanan dari benda-benda asing.

   5. Periksakan keadaan gigi si anak, ada atau tidak ada kelainan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Tujuannya adalah mencegah bila ada hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan gigi.

Mencegah gigi berntakan sejak dini dari umur anak-anak lebih baik dilakukan karena tidak memerlukan tidakan yang lebih. Bila pada umur dewasa baru sadar dan ingin memperbaiki susunan gigi, tindakan yang dapat dilakukan adalah pemasangan kawat gigi atau perawatan yang lainnya. Sehingga membutuhkan biaya dan waktu lebih.



Terimakasih
de

Kamis, 20 April 2017

Cabut Gigi Hanya Karena Berlubang?

Pola pikir masing-masing orang mengenai kesehatan saat ini harusnya sudah semakin baik. Tidak semata berpatokan pada cara tradisional jaman dulu, tapi harus diimbangi dengan perkembangan jaman saat ini. Lebih ke hal kesehatan yang spesifik pada masalah gigi. Beberapa kali saya menemukan orang yang masih saja berpikir singkat mengenai masalah gigi yang dialaminya. Artinya apa yang menurutnya baik ingin dilakukan, tanpa mendengar perkataan yang lebih paham dibidangnya. Yang paling sering saya jumpai adalah orang yang mengalami sakit gigi karena gigi berlubang lalu datang ke dokter gigi ingin dilakukan pencabutan.
Adakah pembaca saat ini masih memiliki pola berpikir demikan? Bila ada, lupakan dan mari lebih memahaminya. Gigi berlubang memiliki beberapa jenis yang berbeda dan rasa sakit yang ditimbulkan juga tentu berbeda. 


Mencabut gigi yang berlubang yang menjadi penyebab sakit tidak akan menyelesaikan masalah, namun akan menimbulkan masalah lain lagi. Gigi manusia sebenarnya tidaklah diam mematok diri, tapi dapat bergerak sewaktu-waktu karena ada faktor penyebabnya. Salah satunya karena kehilangan gigi pasca pencabutan. 

Akibat yang timbul bila gigi dicabut :


a. Bila gigi yang lubang dicabut, gigi-gigi tetangga dari gigi tersebut akan mengalami pergerakan mencari titik kontak yang baru sehingga gigi tidak lagi berdiri tegak, malahan menjadi miring. 

b. Gigi yang menjadi pasangannya pun akan mencari titik kontak gigit baru. Misalnya salah satu gigi bagian bawah dicabut, maka pasangan gigi di bawahnya akan turun ke permukaan mencari kontak gigit yang baru. Itu berdampak pada terbukanya akar gigi yang akan menyebabkan gigi ngilu bahkan gigi dapat menjadi goyang lalu lepas.



Klik Gambar!

c. Mengganti gigi yang telah dicabut dengan gigi palsu. Kedengarannya memang mudah, tapi ketahuilah menggunakan gigi palsu walaupun hanya satu tidaklah memberikan rasa nyaman di mulut bak gigi aslinya. Akan ada rasa tidak enak dan kurang cocok di dalam mulut.

Maka dari itu cabut gigi merupakan jalan terakhir bila gigi sudah benar-benar tidak dapat diselamatkan atau dirawat dan keberadaannya menimbulkan masalah. Solusi yang tepat untuk gigi berlubang adalah dengan dilakukan penambalan. Jika jaman dahulu gigi yang lubang ditambal menggunakan bahan yang bernama ‘Amalgam’, yang memiliki warna tambalan silver seperti perak. Jelas bila digunakan saat ini akan mengganggu penampilan. Tambalan jenis itu saat ini sudah tidak digunakan lagi oleh dokter gigi karena selain masalah estetika, bahan tambalan itu mengandung bahan merkuri yang berbahaya untuk  kedepannya. Tambalan yang saat ini digunakan adalah jenis ‘komposit’ atau ‘Glass Ionomer’ yang memiliki warna serupa dengan gigi. Jadi tidak akan mengganggu penampilan dan aman, serta tetap kuat.



Terimakasih
de

Minggu, 09 April 2017

Cara Jitu Agar Anak Tidak Takut ke Dokter

Ketakutan anak-anak untuk pergi ke dokter bukanlah suatu fenomena baru di masyarakat. Dokter dianggap sebagai suatu mahluk yang menyeramkan di mata dan pikiran anak-anak. Begitu halnya di praktik dokter gigi saya bekerja, tidak sedikit saya jumpai anak-anak dengan rasa takut bahkan dengan raut wajah yang terpaksa datang memeriksakan keadaan giginya. Salah satu hal yang mereka takutkan adalah jarum suntik. Saat dokter memeriksakan keadaan giginya, banyak anak-anak bertanya dengan nada ketakutan, “dok, apa saya akan disuntik?”. 
Pertanyaan yang utama muncul di benak orang tuanya adalah mengapa anak saya takut? Sebelemun mengetahui cara membujuk, ketahui dahulu penyebabnya.Ketakutan anak-anak biasanya muncul karena sesuatu yang pernah didengar atau pernah mereka alami, sehingga menjadikan efek trauma bagi mereka. 

Alasan yang mendasar yang menyebabkan anak takut pergi ke dokter atau dokter gigi adalah : 


1. Dokter dijadikan sebagai bahan hukuman bagi anak-anak. 
Misalnya saat anak-anak melakukan kesalahan, orang tua menegur bahkan menakut-nakuti dengan kalimat “Jangan berbuat seperti itu! Nanti dibawa ke dokter biar disuntik” atau yang lainnya. Sehingga dalam perasaan anak-anak tumbuh rasa takut ke dokter, karena akan disuntik. 

2. Rayuan bohong. 
Maksudnya dalam rayuan itu terisi kalimat pemanis yang membatasi tindakan dokter. Misalnya “Yuk pergi kedokter gigi, hanya dilihat dan dielus-elus saja giginya”. Tapi kenyataannya gigi si anak harus ditambal atau dilakukan pencabutan gigi susu. Nah dari situ biasanya anak akan merasa terbohongi, lalu menolak tindakan dokter dan timbulah rasa kecewa sehingga menjadi takut datang ke dokter.

Nb : Alasan mendasar di atas, saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan. 


Setelah mengetahui penyebabnya, barulah kita bahas cara membuat anak agar tidak takut untuk pergi ke dokter atau dokter gigi. Pasalnya bila anak-anak telah terlanjur takut karena hal-hal diatas, lumayan susah dan perlu waktu untuk mengubah pandangan anak-anak tentang dokter. Jadi lebih baik tanamkan pada anak-anak dari sejak dini hal-hal berikut :

Cara jitu agar anak tak takut ke dokter atau dokter gigi :

1. Jangan sesekali menakut-nakuti dan menghukum anak-anak dengan kalimat yang berkaitan dengan dokter.

2. Tanamkan pandangan yang baik dan menyenangkan mengenai dokter. Misalnya, anggap suatu penyakit itu sebuah monster jahat yang menyerang tubuh anak, lalu jadikan dokter sebagai seorang pahlawan yang menyelamatkan si anak, atau dengan cara yang lainnya.

3. Jangan membuat rayuan bohong yang membatasi tindakan dokter terhadap anak. Dokter sebagai seorang yang sudah profesional dibidang kesehatan, pasti tahu tindakan terbaik bagi si anak.

4. Berikan hadiah untuk keberaniannya. Atau janjikan hadiah bila anak mau ke dokter. Hal ini merupakan cara yang jitu membuat anak melawan rasa takutnnya. Memberikan hadiah bagi usaha yang telah dilakukan oleh si anak merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi si anak. Tidak selalu hadiah berupa benda namun yang terpenting adalah dengan memberikan pujian yang membuatnya senang.

Itulah beberapa tips yang dapat saya berikan, tentunya ini cara jitu membuat anak tidak takut pergi kedokter yang patut diterapkan pada anak dari sejak dini. Sebelum anak-anak mendengar persepsi negatif dari teman-temannya atau orang lain. 


Terimakasih
de

Sabtu, 08 April 2017

Syarat dan Indikasi Pemasangan Behel Gigi (Bracket)

        Semakin berkembangnya jaman, semakin muncul berbagai cara untuk memperbaiki penampilan seseorang. Bukan hanya mengenai busana, namun cara perbaikan fisik manusia pun selalu berkembang. Ada berbagai hal fisik yang dapat diperbaiki dan dibuat indah sedemikian rupa pada tubuh manusia, dan salah satunya yang akan kita bahas saat ini adalah pemasangan behel atau kawat gigi untuk memperbaiki penampilan gigi. Beberapa tahun belakangan, pemasangan behel menjadi sebuah tren di kalangan masyarakat luas.
        Behel atau kawat gigi (bracket) adalah sebuah alat orthodontic yang dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan struktur gigi yang berantakan dan membantu memperbaiki fungsi mekanik gigi. Pemasangan behel tidak dilakukan sembarang oleh orang yang berkompeten dibidangnya. Ada indikasi-indikasi tertentu yang harus dan wajib diperhatikan sebelum dilakukan pemasangan. Tinggalkan sejenak pemikiran bahwa memasang behel hanya untuk bergaya.

      - Indikasi


Indikasi pemasangan behel adalah pada gigi dengan struktur yang tidak beraturan dalam artian, gigi tidak tertata rapi dan tidak tumbuh pada lengkung rahang, antara gigi rahang atas dan rahang bawah tidak menimbulkan kontak yang pas, intinya tujuan pemasangan behel atau kawat gigi (bracket) adalah untuk memperbaiki dan merapikan keadaan gigi geligi di rongga mulut.


      - Syarat

Selain itu ada syarat-syarat yang wajib diketahui sebelum memasang behel :

     1. Usia minimal adalah 12 tahun. Mengapa harus 12 tahun? Sebenarnya tidak mutlak 12 tahun, namun melihat keadaan gigi permanen. Menurut teori yang ada pada usia 12 tahun, gigi telah tumbuh dengan sempurna kecuali gigi bungsu (geraham/molar 3). Karena bila gigi masih berada pada fase gigi bercampur (terdapat gigi susu dan permanen pada rahang), pemasangan behel tidaklah efektif. Untuk mengetahui waktu pertumbuhan gigi permanen dapat dibaca pada artikel

     2. Lebih disarankan pada usia muda. Karena pergerakan gigi lebih mudah pada usia muda. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk merapikan gigi ke posisinya yang benar.

     3. Dapat menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik. Penggunaan behel menyebabkan makanan yang masuk ke dalam mulut akan terjebak disela-sela behel yang terpasang. Apabila itu tidak dibersihkan dengan teratur, maka malah menimbulkan masalah bagi gigi.

     4. Etika makan yang baik. Karena behel ditempel menggunakan lem khusus pada gigi. Apabila saat makan lalu tersentuh oleh makanan keras (Mis. Kacang/apel/jagung) behel dapat terlepas, sehingga behel tidak bekerja dengan baik.

Bila ingin baik harus merasakan sakit dahulu. Begitu juga dengan pemasangan behel. Pada umumnya setelah pemasangan akan merasakan sakit apabila gigi tersentuh, kurang lebih 4 - 7 hari. Ada juga beberapa orang yang tidak merasakan sakit sama sekali. Rasa sakit menunjukkan bahwa gigi sudah mulai bergerak dan mencari posisinya yang benar dan gigi akan terasa sedikit goyang. Tapi jangan takut gigi terlepas. Karena setelah gigi tepat pada posisinya, jaringan periodontal pada akar gigi akan menyesuaikan sehingga gigi melekat dengan sempurna.
Ingat selalu, untuk pemasangannya. Percayakan pemasangan behel pada orang yang berkompeten dibidangnya. Pada dokter gigi spesialis orthodontic dan dokter gigi yang telah memiliki sertifikat khusus. Jangan pada orang yang mengaku ahli, karena mereka hanya memiliki ijin untuk pembuatan gigi palsu.



Terimakasih
de

Jumat, 07 April 2017

Penyebab Gigi Berantakan

Kerapian susunan gigi saat ini bukan lagi hal yang patut disepelekan oleh masyarakat di era modern saat ini, karena dinilai sebagai nilai tambahan dan penyokong untuk mantapnya penampilan seseorang. Penampilan yang baik dan rapi pada diri seseorang, mencerminkan bahwa orang itu cermat dalam mengurus dirinya sendiri. Rapinya susunan gigi adalah hal yang utama terlihat saat kita berjumpa dan berbicara dengan seseorang. Apalagi bila kita orang yang sering bertatap muka dengan orang lain atau sebagai publik figur, tak ada alasan untuk menomer duakan masalah ketidakteraturan sususanan gigi. 
Selain karena masalah estetika yang sangat mengganggu, gigi yang tidak tersusun dan tertata rapi menyebabkan masalah pada keadaan gigi itu sendiri. Dapat menjadi tempat terjebaknya makanan yang dapat menjadi pemicu terjadinya lubang pada gigi dan bau mulut.
Membahas gigi yang tidak teratur susunannya tentu tidak lepas dari faktor yang menyebabkannya. Penyebabnya tidak dapat dikatakan mutlak karena kesalahan orang yang bersangkutan, namun dapat juga berupa faktor keturunan dan kongenital. Dan faktor penyebab gigi tidak beraturan dibagi menjadi dua yaitu, faktor langsung dan tidak langsung.

   1. Faktor tidak langsung :


a. Faktor keturunan
Faktor keturunan yang dimaksud adalah misalnya, pada orang tua satu memiliki rahang yang kecil dengan ukuran gigi kecil dan satunya lagi memiliki rahang besar dengan gigi yang ukurannya besar. Bisa jadi memiliki anak dengan gigi yang berdesakan karena memiliki rahang yang kecil dengan ukuran gigi yang besar.

b. Faktor kongenital
Dimaksudkan terjadinya gangguan pada janin dalam masa kehamilan. Gangguan itu dapat terjadi dikarenakan ibu hamil menkonsumsi obat-obatan, minuman keras, atau terjadinya kelainan. Sehingga mengakibatkan pertumbuhan rahang dan benih gigi pada calon bayi terganggu.

c. Penyakit thalasemia
Thalasemia adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik baik ukuran dan berat badan, termasuk terhambatnya pertumbuhan rahang dan gigi. Penyakit thalasemia ini terjadi pada usia anak-anak.

   2. Faktor Langsung


a. Gigi susu tanggal sebelum waktunya (tanggal prematur/prematur loss)
Gigi susu memiliki peran yang sangat penting bagi jalan pertumbuhan gigi permanen. Bila gigi susu tanggal sebelum waktu gigi permanen tumbuh, maka dapat menyebabkan gigi permanen kehilangan jalan untuk menuju posisi yang sebenarnya.

b. Gigi susu tidak tanggal setelah waktunya (persistensi)
Bila gigi permanen telah menunjukkan tanda-tanda akan tumbuh, maka gigi susu harus segera tanggal. Bila tidak posisi tumbuh gigi permanen akan berada diantara posisi sebenarnya, karena posisi sebenarnya masih ditempati oleh gigi susu. Contohnya yang terjadi pada gigi gingsul.

c. Kebiasaan buruk (bad habbit)
Kebiasaan buruk merupakan faktor penyebab yang banyak dijumpai pada orang yang memiliki gigi yang tidak beraturan. Kebiasaan buruk seperti menghisap ibu jari, bernapas melalui mulut, menggigit pensil atau benda yang lain termasuk menggigit lidah, dll.

d. Jumlah gigi tidak normal
Hal ini jarang ditemukan, namun ada. Jumlah gigi permanen normal adalah 32 buah. Gangguan dapat terjadi berupa lebihnya jumlah gigi dan kurangnya jumlah gigi.

e. Bentuk gigi tidak normal
Kelainan seperti ini juga jarang terjadi. Salah satu contohnya adalah gigi yang bergabung jadi satu (fusi), terlihat seperti dua gigi yang menjadi satu.


Ketidak teraturan susunan gigi yang sering dijumpai adalah gigi berdesakan (crowded) dan gigi dengan banyak celah (multiple diastema). Agar gigi dapat tersusun rapi dari awal, ada baiknya kita mencegah faktor penyebab baik secara langsung dan tidak langsungnya.


Terimakasih
de

Rabu, 05 April 2017

Tidak Dianjurkan Cabut Gigi Bila

Pencabutan gigi adalah jalan terakhir yang akan diambil oleh seorang tenaga kesehatan terhadap keadaan gigi yang sudah tidak dapat dirawat dan keberadaannya mengganggu kesehatan. Tindakan pencabutan gigi akan meninggalkan luka pada gusi, yang menyebabkan darah mengalir keluar. Artinya mencabut gigi berkaitan dengan sistemik tubuh. 
Sebelum mencabut gigi ada hal-hal yang wajib dihindari oleh orang yang bersangkutan. Resiko tentu ada bila hal-hal yang wajib dihindari malahan tidak diterapkan dengan baik. Bukan hanya tugas dokter gigi memastikan keadaan pasiennya, namun kita juga patut mengetahui keadaan tubuh dan kesehatan kita sebelum mencabut gigi.

Beberapa keadan kesehatan yang patut diwaspadai sebelum mencabut gigi :

     1. Adanya kelainan darah

        Kelainan darah yang tidak dianjurkan untuk pencabutan gigi seperti :

              a.Hipertensi
                Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri meningkat. “Pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol, tindakan pencabutan gigi beresiko menimbulkan perdarahan yang berkaitan dengan penggunaan obat bius yang mengandung vasokonstriktor(penyempit pembuluh darah), sehingga tekanan darah semakin meningkat dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil dan terjadi perdarahan”, ungkap dr.Jesicca Florencia dalam forum diskusinya. Sebaiknya periksakan dahulu tekanan darah anda ke dokter spesialis dalam, untuk mendapatkan obat penurun tekanan darah, agar pencabutan dapat dilakukan.

              b.Hemofilia
                Hemofilia adalah kelainan pada pembekuan darah. Perdarahan yang terjadi akibat luka pencabutan akan susah dihentikan. Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang jarang dijumpai. Bila anda mengidap hemofilia, periksakan dahulu ke dokter spesialis dalam, sebelum melakukan pencabutan gigi.

     2. Memiliki Penyakit Jantung

        Di dalam rongga mulut terdapat berbagai macam bakteri yang berpotensi menimbulkan penyakit. Pencabutan gigi berkaitan dengan perdarahan dan saraf yang terhubung langsung dengan jantung. Setelah pencabutan akan menyebabkan luka pada gusi yang menjadikan jalan masuk bagi bakteri didalam mulut dan menginfeksi jantung. Bila pasien dengan riwayat jantung tidak disarankan untuk segera melakukan pencabutan gigi karena dapat berdampak buruk bagi pasien. Namun bila keadaan pasien stabil dan kebersihan mulut baik, maka dapat dilakukan pencabutan gigi dengan mengerti dampaknya.

     3. Diabetes Militus

        Pada penderita diabetes militus (DM) dalam darahnya memiliki kandungan plasma darah yang terdiri dari air dan adanya kandungan gula berlebih. Sehingga air dalam plasma darah akan diserap oleh gula yang mengakibatkan pengentalan darah dan lambatnya aliran darah. Lambatnya aliran darah mengakibatkan kemampuan tubuh memerangi infeksi menjadi menurun, sehingga bakteri akan mudah masuk dan menginfeksi tubuh. Kandungan glukosa yang tinggi juga menyebabkan susahnya pembekuan darah.

     4. Hamil 

        Ibu-ibu hamil tidak dianjurkan cabut gigi dengan alasan kesehatan janin. Baik faktor dari obat anastesi yang digunakan dan bakteri yang dapat masuk melalui luka dapat mempengaruhi kesehatan janin.


Beberapa keadaan di atas adalah kontra indikasi untuk tindakan pencabutan gigi. Karena menghindari resiko yang lebih berbahaya bagi hidup manusia. Bila anda pengidap salah satu keadaan di atas, rajinlah periksakan kondisi kesehatan pada dokter yang berpotensi dibidangnya.

  Nb : Kebersihan mulut sangat dibutuhkan dalam tindakan pencabutan gigi, untuk mengurangi                     resiko bakteri berbahaya masuk ke dalam luka.


Terimakasih
"de

Senin, 03 April 2017

Tindakan pada Gigi Berlubang


Gigi berlubang atau karies merupakan hal yang menjadi faktor pemicu timbulnya permasalahan berikutnya. Bisa jadi timbul rasa ngilu bahkan nyeri, atau menjadi tempat terjebaknya makanan. Dan tidak terhenti sampai disitu saja, masalah berikutnya yang lebih serius siap muncul bila tidak ditindak lanjuti seperti pada artikel :

Bahaya Gigi Berlubang Bila Dibiarkan (dapat dibaca terlebih dahulu

Dalamnya lubang gigi dan seberapa buruk keadaan gigi merupakan hal yang menjadi patokan bagi dokter gigi dalam melakukan tindakan perawatan bagi gigi yang berlubang.
Bila saat ini gigi anda berlubang, dan hendak melakukan perawatan, ada baiknya sebelum anda pergi ke dokter gigi, ketahuilah ada beberapa jenis perawatan gigi berlubang yang akan dilkukan oleh dokter gigi terhadap gigi anda tergantung dengan kedalaman lubang gigi anda.

Tindakan pengobatan gigi berlubang secara umum biasanya dilakukan oleh dokter gigi yaitu sebagai berikut :

     1. Langsung ditambal sekali kunjungan

         Tindakan ini dilakukan oleh dokter gigi ketika lubang gigi anda baru mencapai permukaan dentin. Atau dalam artian telah mengikis habis permukaan email dan membuka lapisan dentin. Keluhan yang dialami biasanya berupa ngilu saat minum atau makanan dengan temperatur dingin atau panas. Maka langsung dapat dilakukan penambalan permanen.

     2. Perawatan saluran akar dengan beberapa kali kunjungan

         Bila lubang gigi telah mengikis lapisan email dan dentin sehingga membuat ruang pulpa (saluran akar) gigi terbuka dan terkontaminasi bakteri. Keluhan pasien biasanya nyeri pada malam hari dan pada saat kondisi tumbuh lemah, nyeri biasanya menjalar sampai ke kepala. Maka dari itu dibutuhkan tindakan perawatan saluran akar pada tahap pertama. Tahap selanjutnya akan dilakukan tindakan sterilisasi, dengan tujuan agar tidak ada bakteri yang terjebak di dalam ruang pulpa gigi yang bisa kembali menyebabkan masalah. Biasanya tahap sterilisasi ini akan dilakukan minimal 3 kali, sampai saluran akar gigi benar-benar steril, barulah dilakukan penambalan permanen. Kegagalan tahap sterilisasi biasanya disebabkan oleh lepasnya tambalan sementara yang menyebabkan bateri kembali dapat masuk ke dalam saluran akar gigi. Sehingga pada tahapan ini sangat dibutuhkan kerja sama pasien dalam menjaga tambalan sementara agar tetap utuh.

     3. Cabut (eliminasi gigi)

              Ini merupakan jalan terakhir yang dilakukan oleh dokter gigi apabila gigi benar-benar sudah tidak dapat dirawat dan diselamatkan.Terjadi pada gigi yang mengalami karies yang hanya menyisakan akar gigi saja atau banyak bagian yang telah keropos.


Sangat lebih baik anda mendapat tindakan yang pertama, karena lebih hemat waktu dan biaya. Dengan syarat lubang pada gigi anda masih dangkal atau kecil dan baru membuka lapisan dentin.

Lakukanlah perawatan pada gigi berlubang dengan baik agar gigi dapat kembali menjalankan fungsi kunyahnya. Semasih bisa dirawat lakukanlah perawatan, jangan asal mencabut gigi. Karena kehilangan gigi tidak memperbaiki fungsi kunyah dan dapat menimbulkan masalah berikutnya.



Terimakasih
de

Jumat, 24 Maret 2017

Tips Memilih Pasta Gigi


Saat ini telah banyak tercipta berbagai jenis dan merk pasta gigi dengan kandungan dan ciri khasnya masing-masing. Berbagai macam cara penawaran dan promosi dilakukan oleh pihak produsen agar produknya diminati masyarakat. Baik itu dijanjikan mencegah gigi berlubang, melindungi gigi dari serangan bakteri, atau dapat memutihkan gigi dengan instan. Tentu dengan seperti itu malahan membuat para konsumen yaitu kita menjadi bingung. Bingung menentukan yang sesuai dengan kebutuhan gigi kita. Pada artikel kali ini, saya akan memeberikan tips agar kita semakin pintar menentukan pasta gigi yang benar-benar dibutuhkan bagi gigi. Dan selain itu juga saya akan sedikit membahas tentang cara yang tepat dalam pemaikaiannya. 

Pasta gigi yang baik bagi kesehatan gigi kita adalah :

     1. Mengandung flouride

        Flouride adalah kandungan dalam pasta gigi yang berfungsi dalam membantu proses remineralisasi email. Maksudnya, email yang mengalami penurunan kepadatan atau pengurangan lapisannya, akan dibantu proses pemulihannya oleh zat flouride ini. Menurut Academy of General Dentistry, menggosok gigi dengan pasta gigi ber-fluoride dua kali sehari bisa mengurangi kerusakan gigi hingga 40 persen.

     2. Sedikit mengandung detergen

        Dapat dikatan seperti itu. Karena detergen yang terdapat di pasta gigi fungsinya hanya memproduksi busa. Belakangan ini dilaporkan bahwa pasta gigi yang memiliki kandungan detergen yang terlalu banyak dapat menyebabkan sariawan.

     3. Memiliki kandungan anti bakteri

        Kandungan anti bakteri yang biasanya terdapat pada pasta gigi adalah triclosan. Juru bicara FDA, Andrea Fischer, mengatakan pasta gigi yang mengandung triclosan telah "terbukti" efektif mengurangi plak dan radang gusi. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa pasta gigi dengan triclosan lebih efektif mengurangi plak dan radang gusi dibanding yang tidak memiliki triclosan, dikutip dari healthliputan6com.

     4. Pemutih gigi tidak terlalu penting

        Sebenarnya kandungan yang dimaksud bukanlah untuk memutihkan gigi. Namun fungsi sebenarnya adalah untuk menhilangkan noda yang terjadi pada gigi. "Pasta gigi dengan pemutih mengandung 'pengampelas' ringan untuk membantu menghilangkan noda di permukaan gigi," kata Clifford Whall, PhD, Direktur American Dental Association (ADA) Seal of Acceptance Program. Dikutip dari femalekompascom.


Setelah mengetahui kandungan pasta gigi yang baik. Sekarang penting untuk diketahui untuk pemakaiannya. Pasta gigi dipakai dan dioleskan pada sikat gigi cukup hanya sebesar biji jagung atau biji kacang tanah saja. Menjaga agar kandungan didalam pasta gigi cukup untuk gigi dan dapat bekerja secara efektif. Karena bila berlebih, malah membuat masalah pada gigi. Jangan tirukan hal yang biasa diperlihatkan pada iklan-iklan pasta gigi, yang menggunakan pasta gigi hingga menutupi semua permukaan bulu sikat. 

Hal yang tidak kalah pentingnya, bedakan pasta gigi anak dan orang dewasa. Apa yang saya tuliskan di atas merupakan kandungan pasta gigi yang baik gigi dewasa. Karena pasta gigi yang digunakan untuk anak dan dewasa berbeda. Perbedaannya terletak pada kandungan fluoride-nya. Pasta gigi yang aman untuk anak-anak mengandung fluoride sebanyak 250-500 ppm, dengan catatan jangan sampai tertelan oleh anak. Sedangkan untuk dewasa kandungan fluoride maksimum adalah 1000 ppm.


Terimakasih
"de