Sabtu, 20 Mei 2017

Dampak Buruk Mengerat Gigi Saat Tidur

Salah satu kebiasaan buruk yang terjadi di rongga mulut pada saat tidur adalah bruxism atau bruksisme. Bruxism adalah aktifitas tidak sadar seseorang yang mengunyah, menggemeretak, dan menggesek-gesekkan giginya saat tidur. Mengeluarkan suara gertakan saat tidur ketika gigi di rahang atas dan gigi di rahang bawah beradu, yang menimbulkan suara cukup keras terdengar. Sering kali bila kita mendengar teman tidur kita menggesek - gesek giginya, kita terbangun dan berpikir bagaimana bisa mengeluarkan suara sekeras itu, sedangkan saat tersadar pun susah untuk melakukannya.

Apa Penyebabnya ?


Bruxism atau bruksisme biasanya terjadi pada anak – anak dalam masa pertumbuhan gigi atau masa pergantian gigi susu ke gigi permanen. Namun, pada orang dewasa pun dapat terjadi karena adanya kelainan psikis yang mengganggu pikirannya misalnya karena stress, frustasi, dan dapat juga karena keadaan gigi geligi yang tidak tertata dengan rapi.

               Baca Juga :
                                  Penyebab Gigi Berantakan
                                  Penyebab Rasa Ngilu pada Gigi
                                  Penyebab Utama Bau Mulut

Apa Dampak Buruknya ?


Kebiasaan buruk seperti ini tentu memiliki dampak buruk bagi keadaan gigi dan jaringan sekitarnya. Efek yang pertama akan terlihat pada gigi. Mengeratkan gigi yang begitu keras dapat menyebabkan permukaan oklusal gigi menjadi terkikis atau abrasi. Bagian email yang terkikis makin lama makin banyak akan benyebabkan  terbukanya lapisan dentin dan menyebabkan gigi sensitif sehingga menimbulkan rasa ngilu. Apabila bruxism tidak segera dihentikan agak menyebabkan kelainan pada jaringan periodontal (jaringan sekitar yang menyangga gigi) oleh karena mendapat tekanan yang begitu keras sehingga menciderai jarinngan sekitar akar gigi dan kelainan pada sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala (temporo mandibular joint). Kelainan sendi yang biasanya terjadi adalah, saat membuka mulut atau menutup mulut akan terdengar suara click pada bagian sendi di bawah telinga, bahkan menimbulkan rasa sakit, karena terjadinya dislokasi. 

Bagaimana Cara Mengatasi ?


Untuk penanganannya tergantung pada penyebab. Apabila faktor penyebabnya karena gangguan psikis berupa stress atau yang lainnya, obati kelainan psikisnya dahulu. Ada kemungkinan bila keadaan psikisnya membaik, bruxism akan hilang dengan sendirinya. Namun, apa bila masih dan tidak ada perubahan, maka datanglah ke dokter gigi untuk dibuatkan alat bantu night guard. Night Guard berfungsi untuk melindungi gigi saat beradu sehingga gigi tidak mengalami kerusakan dan pemakiannya setiap tidur malam. Penggunaan night guard yang rutin pada malam hari juga ditujukan agar kebiasaan bruxism dapat hilang secara berkala.

              Baca Juga :
                                  Gigi Bisa Sebabkan Sakit Kepala
                                  Dampak Buruk Karang Gigi
                                  Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut

Kamis, 18 Mei 2017

Tips Aman Mencabut Gigi di Rumah

Jaman dulu saat masih anak - anak, pernahkah anda mencabut gigi susu anda sendiri atau dengan bantuan orang tua di rumah? Bagi yang pernah mengalaminya tentu itu sangat berkesan dan memiliki keberanian yang lumayan. Pasalnya, mencabut gigi di rumah tanpa dilakukan anastesi / bius terlebih dahulu, jadi rasa sakit saat dicabut sangat terasa.

Mencabut gigi sendiri di rumah atau tanpa pergi ke dokter gigi, biasanya dilakukan saat fase gigi susu tanggal. Karena gigi susu yang akan tanggal memiliki akar yang pendek dan sangat mudah untuk dicabut tanpa menggunakan alat bantu. Gigi susu atau nama lainnya gigi sulung adalah gigi sementara yang nantinya akan digantikan dengan gigi permanen. Menjelang tanggal, akar dari gigi susu akan mengalami resorbsi sehingga memendek sedikit demi sedikit, sehingga gigi akan mengalami kegoyangan karena kehilangan perlekatan.

Bagaimana cara mencabut gigi yang aman ?


Perhatikan beberapa hal dibawah ini agar pencabutan gigi dapat dilakukan dengan baik dan aman. Gigi yang dapat dicabut adalah gigi susu, dan tidak dapat dilakukan pada gigi permanen. Karena gigi permanen memiliki akar yang panjang dan tidak mudah goyang tanpa adanya kelainan.

1. Pastikan gigi susu sudah waktunya tanggal

Hal yang pertama adalah memastikan bahwa gigi susu sudah waktunya tanggal dan goyang. Untuk mencegah agar tidak terjadinya tanggal prematur dari gigi susu. Maksudnya adalah agar benih gigi permanen tidak kehilangan arah tumbuhnya, karena gigi susu merupakan petunjuk arah tumbuhnya gigi permanen. Untuk mengetahui waktu tanggalnya gigi susu, klik disini


2. Jari tangan harus bersih

Jari tangan hingga pergelangan tangan harus dalam keadaan bersih. Cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Karena mencabut gigi akan membuat sebuah luka di gusi. Maka dari itu tangan harus bersih, agar bakteri dan kuman pada tangan yang kotor tidak masuk melalui luka pada gusi dan menyebabkan infeksi.


3. Goyangkan terlebih dahulu

Goyangkan sedikit demi sedikit. Hindari melakukan pencabutan apabila gigi belum sangat goyang. Lakukan dengan sedikit tekanan agar jaringan yang melekat terlepas dari akar gigi.

4. Cabut

Lakukan gerakan mencabut dengan hati - hati dan pelan - pelan. Agar pegangan dapat terkontrol dan gigi dapat terlepas dengan aman.

5. Bius alami

Apabila merasa kurang percaya diri atau sedikit takut dengan rasa sakit, lakukanlah bius atau anastesi alami dengan es batu. Tempelkan es batu pada gusi dibawah gigi yang akan dicabut sekitar 1 - 2 menit, sampai gusi benar - benar terasa dingin. Sensasi dingin juga mempercepat pembekuan darah setelah pencabutan.


6. Jangan terlalu banyak berkumur

Kumur secukupnya. Karena berkumur yang berlebihan malahan membuat darah susah membeku, sehingga darah akan terus mengalir.


Itulah beberapa tips mencabut gigi sendiri di rumah atau tanpa pergi ke dokter gigi untuk gigi susu. Namun apabila gigi susu tidak goyang walau sudah waktunya tanggal, pergilah ke dokter gigi agar mendapat penanganan yang baik. 

                      Baca Juga :
                                          Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Susu
                                          Mitos Cabut Gigi Dapat Merusak Mata
                                          Tidak Dianjurkan Cabut Gigi Bila

Rabu, 17 Mei 2017

Cara Mudah dan Alami Memutihkan Gigi dengan Jeruk Nipis

Gigi adalah bagian yang paling terlihat saat kita tersenyum dan memiliki nilai estetik yang tinggi. Di kalangan artis saat ini sangat terkenal istilah bleaching atau memutihkan gigi. Memiliki gigi putih tentu merupakan dambaan hampir semua orang. Namun tidak semua orang dapat melakukan bleaching, karena harganya yang begitu tinggi sehingga hanya orang yang berduitlah yang bisa.

Tetapi bagi anda yang ingin memiliki gigi putih tanpa mengeluarkan begitu banyak uang, ada cara mudahnya memutihkan gigi dengan bahan alami, yaitu menggunakan jeruk nipis. Tentu buah ini mudah didapat dan tidak harus mengeluarkan uang yang banyak untuk mendapatkannya.

Kandungan jeruk nipis


Jeruk nipis sudah sering digunakan sebagai bahan penelitian untuk memutihkan gigi secara alami. Jeruk nipis memiliki kandungan asam sitrat yang memiliki fungsi yang sama dengan bahan bleaching yaitu dapat memutihkan gigi. Selain itu jeruk nipis juga memiliki sifat pembersih alami yang mampu membersihkan gigi dari noda dan plak, sehingga gigi tampak putih dan bersih.

Bagaimana caranya ?


Memutihkan gigi menggunakan jeruk nipis tidaklah memerlukan bantuan tenaga medis atau seoarang ahli. Karena caranya sangat mudah sehingga dapat dilakukan sendiri. Tetapi karena jeruk nipis ini memiliki rasa asam yang luar biasa, maka perlu bahan campuran agar rasa asam itu tidak mengganggu saat pengunaannya. Dapat juga langsung digosokkan pada gigi apabila anda cukup tahan terhadap rasa asamnya.


1. Padukan dengan garam

Bukan semata hanya untuk menghilangkan rasa asam si jeruk nipis, tapi garam memiliki manfaat baik untuk gigi dan gusi, seperti halnya dapat membantu menghilangkan bau mulut.

Caranya :
Campurkan perasan satu butir jeruk nipis dengan satu sendok makan garam. Lalu aduk sampai merata. Oleskan ke seluruh permukaan gigi dengan ujung jari atau dengan bantuan sikat gigi. Tunggu kira - kira 1 - 2 menit, lalu bilas dengan air bersih. Lakukan 2x sehari secara rutin, sampai mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Padukan dengan kunyit dan garam

Kunyit memiliki kandungan anti radang yang mampu mengatasi masalah gusi dan memiliki sifat antimikroba yang dapat mengatasi bakteri penyebab gigi berlubang.

Caranya :
Gunakan kunyit seperlunya lalu panggang terlebih dahulu. Setelah itu tumbuk atau parut kunyit agar sedikit halus. Campurkan dengan perasan jeruk nipis dan sedikit garam. Aduk, lalu oleskan ke seluruh permukaan gigi, dan tunggu beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih. Lakukan secara rutin sampai gigi tampak lebih putih.

3. Padukan dengan baking soda

Baking soda adalah bahan yang abrasif (basa) yang dapat membantu membersihkan permukaan gigi dari plak dan noda secara alami, sehingga gigi nampak lebih putih dan bersih. Jika baking soda dicampur dengan jeruk nipis, maka hasilnya akan semakin maksimal.

Caranya :
Campurkan setengah sendok teh baking soda dengan setengah sendok teh perasan jeruk nipis, lalu aduk sampai merata. Oleskan ke seluruh permukaan gigi dengan bantuan sikat gigi, tunggu 1-2 menit, lalu bilas dengan air bersih.

              Baca Juga :
                                  Madu : Obat Alami Sariawan
                                  Cara Alami Mencegah Karang Gigi
                                  Manfaat Permen Karet bagi Kesehatan Gigi

Mudah bukan ? Selain mudah, murah dan alami , memutihkan gigi dengan jeruk nipis juga memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan bahan bleaching. Lakukan dengan hati - hati agar jeruk nipis dapat bekerja secara efektif. Apabila muncul rasa perih pada gusi, hentikan pengunaanya, lalu bilas dengan air bersih. 

Cara ini tidak akan memberikan hasil yang instan, namun membutuhkan proses dan ketekunan. Dan bila kebersihan rongga mulut tidak dijaga dengan baik, serta sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang menyebabkan gigi kuning, maka hasilnya kurang maksimal bahkan tidak menunjukan perubahan pada gigi.

Selasa, 16 Mei 2017

3 Minuman Penyebab Gigi Kuning

Gigi manusia diciptakan berwarna putih. Namun tidak semua gigi manusia terlihat sangat putih, tergantung pada warna email dari gigi. Sebenarnya warna sedikit kuning pada gigi adalah wajar, karena memang warna email manusia rata - rata sedikit kuning. Warna gigi dapat mengalami perubahan oleh karena faktor intrinsik atau pun ekstrinsik. Perubahan warna gigi karena faktor intrinsik disebabkan oleh terjadinya kelainan di dalam substansi gigi atau karena gigi sudah dalam keadaan mati (nekrose), sehingga menimbulkan warna hitam samar - samar pada gigi dan tidak mudah untuk mengembalikan warna gigi itu seperti semula lagi. Perubahan warna gigi karena faktor ekstrinsik dapat disebabkan oleh makanan dan minuman yang dapat menempel pada permukaan gigi berupa noda berwarna.

Pada artikel kali ini, akan membahas mengenai faktor ekstrinsik yang menyebabkan gigi berubah warna menjadi kekuningan ataupun kecoklatan yang disebabkan oleh minuman yang umumnya sering dikonsumsi oleh manusia.

Minuman yang dapat menyebabkan gigi menjadi kuning


1. Kopi

Kopi merupakan minuman yang akhir - akhir ini semakin populer dan semakin banyak penggemarnya, mulai dari kalangan anak-anak muda sampai orang dewasa. Kopi menjadi tren karena kenikmatannya dan cara penyajiannya yang semakin beragam. Namun tidak dapat dipungkiri, kopi merupakan salah satu penyebab perubahan warna pada gigi. Kopi bersifat asam dan memiliki kandungan tanin atau asam tanat. Sifat asam pada kopi akan menyebabkan gigi berpori - pori sehingga zat tanin akan menempel pada permukaan gigi sehingga menimbulkan noda pada gigi yang terlihat kecoklat - coklatan.


2. Teh

Minuman ini tak kalah populernya dengan kopi. Karena merupakan sebuah minuman yang dikonsumsi hampir setiap selesai makan. Kandungan teh tidak jauh berbeda dengan kopi. Teh juga memiliki asam tanat yang dapat menyebabkan noda pada gigi. Dikatakan bahwa teh hijau, teh herbal, dan teh putih (white tea) tidak seagresif teh hitam dalam menodai gigi. Teh hitam lebih agresif menyebabkan noda pada gigi dibandingkan dengan kopi.

3. Minuman Ringan

Minuman ringan merupakan minuman yang banyak penggemarnya, dari anak - anak sampai orang tua, menyukai minuman ringan. Minuman ringan yang banyak dijual dipasaran telah diteliti sebagai salah satu penyebab perubahan warna pada gigi dan juga sebagai penyebab gigi berlubang. Kandungan asam dan produk sampingan gula asam dapat menyebabkan permasalahan bagi permukaan dan lapisan gigi, sehingga berpotensi menyebabkan gigi berlubang. Salah satu minuman ringan yang berpotensi tinggi menyebabkan perubahan warna dan gigi berlubang adalah minuman bersoda. Minuman bersoda memiliki tingkat keasaman 2,52. Meskipun rendah, namun minuman bersoda memiliki kadar fosfat yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium pada gigi, sehingga gigi dapat mengalami kerusakan.


Perubahan warna dan kerusakan gigi/gigi berlubang tidak akan terjadi apabila kita mengkonsumsinya tidak secara rutin dan berlebihan, dan yang terpenting kondisi kebersihan mulut selalu terjaga. Noda pada gigi yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik mudah dihilangkan dengan cara berkumur, menyikat gigi, dan scaling. Namun apabila noda telah menempel terlalu lama, maka akan semakin susah untuk dihilangkan.

Baca Juga :
                    Tips Memilih Pasta Gigi
                    Dampak Buruk Merokok Bagi Gigi dan Mulut
                    Dampak Buruk Karang Gigi

Kamis, 11 Mei 2017

Cara Mengobati Gusi Bengkak dan Bernanah

Sakit gigi adalah suatu hal yang sangat mengganggu saat hendak berakfitas maupun saat sedang melakukan aktifitas. Melakukan kegiatan apa pun terasa enggan untuk dilakukan, sehingga banyak pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan menjadi terbengkalai begitu saja. Perasaan pun tidak dapat kita kendalikan berubah menjadi sangat sensitif dan mudah tersinggung. Banyak efek samping yang terjadi oleh karena hanya sakit gigi saja.

Pada pembahasan sebelumnya yaitu "Pertolongan Pertama pada Sakit Gigi" itu dapat dilakukan apabila kita mengalami sakit gigi biasa. Lalu bagaimana halnya dengan sakit gigi disertai pembengkakang dan bernanah pada gusi? Manifestasi yang ditimbulkan jauh lebih ekstrim dari sakit gigi biasa. Gigi yang berada pada gusi yang bengkak biasanya menimbulkan sakit apabila ditekan dan sangat sensitif terhadap rangsangan panas dan dingin. Ini terjadi karena adanya infeksi di dalam gusi tersebut, untuk lebih lengkapnya mengenai penyebab dan gejalanya dapat dibaca pada artikel "Penyebab Gusi Bernanah dan Bengkak"


Bagaimana Cara Pengobatanya?


Pengobatan untuk langsung menghilangkan penyebab dari bengkak dan nanah itu adalah pergi ke dokter gigi. Dokter gigi akan menghilangkan penyebab serta melakukan terapi penyembuhan pada jaringan yang terinfeksi dan daerah gusi yang mengalami pembengkakan dan bernanah.


Apabila anda sudah tidak tahan dengan rasa nyeri yang ditimbulkan, lakukanlah beberapa cara berikut ini untuk meredakankan rasa nyeri untuk sementara. Ingat cara ini meredakankan rasa nyeri hanya untuk sementara. Karena bukanlah pengobatan langsung kepada sumber penyakit, namun hanya sebagai obat pereda nyeri. Caranya adalah :

1. Minum obat pereda nyeri (analgesik)

Minumlah obat pereda rasa nyeri secukupnya dan minumlah saat timbul rasa nyeri saja. Obat pereda nyeri yang mudah didapat di apotek misalnya : asam mefenamat, paracetamol, kataflam, ibuprofen, dll.

2. Minyak cengkeh
Gunakan minyak cengkeh dengan cara mengoleskan pada permukaan gusi yang bengkak. Penggunaan 3 kali sehari dapat meredakan rasa nyeri.

3. Air Garam
Berkumurlah dengan air garam hangat. Membuat larutan garam ini cukup mudah. Tuangkan satu sendok garam dapur ke dalam se-gelas air hangat, satu gelas air hangat kira-kira 200ml, lalu aduk sampai garam menjadi larut.


Sakit gigi yang sudah menyebabkan gusi bengkak dan bernanah jangan dianggap sepele. Segeralah pergi ke dokter gigi untuk menghilangkan sumber penyebab dan mendapat perawatan yang optimal pada jaringan yang telah terinfeksi. Jangan sesekali andalkan obat pereda nyeri sebagai senjata pamukas pada sakit apapun, karena apabila dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan efek samping. Dan pencegahan sangat diperlukan, berupa menjaga kebersihan rongga mulut. Caranya mudah dan dapat dibaca pada artikel "Cara Paling Mudah Merawat Kesehatan Gigi"


Baca Juga : Cara Alami Mencegah Karang Gigi
                     Madu : Obat Alami Sariawan

Rabu, 10 Mei 2017

Penyebab Gusi Bernanah dan Bengkak

Sakit yang dialami pada rongga mulut biasanya bersumber dari gigi yang mengalami suatu kelainan. Salah satu gejala yang ditimbulkan berupa sakit pada gusi disertai pembengkakan dan terlihat segumpalan kecil nanah yang terdapat di dalam gusi. Gusi yang bernanah menandakan adanya kelainan pada jaringan di dalam gusi. Gejala yang timbul biasanya gigi menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan panas atau dingin, atau timbul rasa sakit apabila tertekan. Rasa sakit ringan timbul diawal dan lama kelamaan rasa sakit akan bertambah parah sampai memuculkan titik putih berisi nanah pada permukaan gusi.


Gusi bernanah menandakan terjadinya infeksi oleh bakteri pada daerah tersebut. Setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh(imun) masing-masing, fungsinya adalah untuk melawan penyakit yang menyerang tubuh. Jadi, nanah yang timbul merupakan hasil dari proses perlawanan tubuh melawan infeksi yang terjadi. Nanah yang tidak dapat dikeluarkan dari dalam jaringan akan menumpuk pada rongga jaringan itu dan menyebabkan terjadinya pembengkakan yang menimbulkan rasa sakit yang disebut dengan abses. Hasil akhir dari proses perlawanan tubuh melawan infeksi di dalam mulut dapat berupa abses, granuloma, dan kista.


Penyebab gusi bernanah (Abses)

Gusi bengkak bernanah serta menimbulkan rasa sakit tidaklah tiba-tiba terjadi tanpa ada hal yang menyebabkannya. Hal ini terjadi karena adanya aktifitas bakteri yang menyebabkan terjadi infeksi pada gusi yang mengalami pembengkakan. Ada dua penyebab yang dapat menimbulkan terjadinya abses dan masing-masing menimbulkan permasalahan yang sama namun letaknya berbeda. 

1. Abses Periapikal disebabkan oleh gigi berlubang

Abses periapikal adalah abses yang terjadi disekitar ujung akar gigi. Penyebabnya adalah terbukanya jaringan pulpa gigi oleh karena karies (lubang pada gigi). Gigi yang berlubang merupakan jalan masuk bagi bakteri untuk menginfeksi ruang pulpa gigi yang dapat menjalar ke ujung saraf dan pembuluh darah sehingga terjadilah infeksi pada jaringan disekitar ujung akar gigi. > Penyebab Gigi Berlubang <

2. Abses Periodontal disebabkan oleh plak & karang gigi

Abses periodontal adalah abses yang terjadi disekitar gusi yang menempel pada gigi. Penyebab timbulnya nanah pada gusi sekitar gigi adalah karena plak dan karang yang tebal menyelimuti gigi. Plak dan karang gigi mengandung bakteri yang begitu banyak, yang dapat merusakan perlekatan gusi dengan gigi mengakibatkan terjadinya infeksi pada jaringan itu. > Dampak Buruk Karang Gigi <


Agar tidak terjadi gusi bengkak dan bernanah, ingatlah selalu akan kebersihan rongga mulut agar bakteri-bakteri jahat tidak dapat merusak dan menginfeksi rongga mulut. Apabila anda memiliki gigi berlubang segeralah ditambal, jangan menunggu sakit. Rasa sakit yang timbul menandakan lubang gigi anda telah dalam dan bakteri siap menginfeksi jaringan di dalamnya. Periksakan keadaan rongga mulut dan bersihkan karang gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Untuk pengobatan agar rasa nyeri yang ditimbulkan mereda, dapat dibaca pada artikel berikut ini "Cara Mengobati Gusi Bengkak dan Bernanah"


                     Cara Alami Mencegah Karang Gigi

Sabtu, 06 Mei 2017

Penyebab Gigi Berlubang

Pada masa kecil mungkin kita pernah menanyakan kepada orang tua kita :

"Apa sih yang menyebabkan gigi kita berlubang?"

Atau pada saat sekarang ini anak kita menanyakan hal itu kepada kita. Apa jawab kita? Pada kegiatan baksos (bakti sosial) disalah satu sekolah dasar di Bali beberapa waktu lalu, ada seorang siswa bertanya kepada saya "Benar nggak, ulat yang ada di gigi itu bisa buat gigi berlubang?" Mungkin hal yang dipahami siswa itu adalah dimana terjadi pembusukan penyebabnya pasti si ulat. Bila untuk anak kecil hal itu masih dapat diterima dan masuk akal mereka. Tapi bagaimana dengan kita yang sudah dewasa, apakah masih beranggapan bahwa penyebab gigi berlubang itu si ulat nakal? 

Gigi berlubang merupakan masalah yang paling sering dijumpai pada rongga mulut manusia. Gigi berlubang atau dalam bahasa kedokterannya "karies" adalah suatu penyakit infeksi (mikroba) yang melibatkan jaringan kalsifikasi (email & dentin) dari gigi. Ditandai dengan adanya dimineralisasi dari substansi inorganik dan rusaknya substansi organik dari gigi. Kerusakan jaringan keras gigi terjadi oleh karena beberapa foktor penyebab berikut ini.

Penyebab Gigi Berlubang (Karies)


Gigi berlubang terjadi karena 4 faktor yang saling berhubungan yaitu :

1. Host
Host yang dimaksud adalah gigi dan air liur sebagai media utama.

2. Substrat
Subtrat atau makanan dapat mempengaruhi terjadinya lubang pada gigi. Karena subtrat dalam bentuk karbohidrat terutama sukrosa dapat membantu mikroorganisme di rongga mulut memproduksi asam yang dapat membuat gigi berlubang.

3. Mikroorganisme
Mikroorganisme yang berwujud bakteri streptokokus mutans salah satunya penyebab gigi berlubang.

4. Waktu
Waktu menjadi faktor penentu terjadi atau tidaknya lubang pada gigi, setelah faktor host, substrat, dan mikroorganisme bergabung. Bila ketiga faktor ini telah bergabung, akan membentuk plak keras yang menempel pada permukaan gigi, dan plak ini akan membutuhkan waktu kurang lebih 6 - 48 bulan untuk membuat gigi itu berlubang.




Jadi kesimpulannya adalah bakteri penyebab gigi berlubang pasti ada di dalam mulut manusia. Bila ada makanan atau substrat berupa karbohidrat terutama sukrosa yang dikonsumsi manusia, menempel dalam waktu yang lama pada gigi dan rongga mulut manusia, akan membantu bakteri streptokokus mutans dkk memproduksi asam. Zat asam inilah yang nantinya mengikis jaringan keras gigi sedikit demi sedikit. Karena sifat jaringan keras atau jaringan kalsifikasi gigi yang tidak tahan terhadap asam.

Baca Juga :
                   - Bahaya Gigi Berlubang Bila Dibiarkan
                   - Gigi Berlubang Ternyata Bisa Menular
                   - Tindakan pada Gigi Berlubang

Keempat faktor ini saling memerlukan dan berhubungan. Apabila salah satu faktor tidak ada, maka lubang pada gigi tidak akan terbentuk. Oleh sebab itu pencegahan gigi berlubang dapat dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi faktor substrat, dengan cara mencegah faktor substrat menempel lama di permukaan gigi dan di rongga mulut, sehingga bakteri tidak dapat memproduksi asam.


Terimakasih
"de

Sabtu, 29 April 2017

Dampak Buruk Mengunyah dengan Satu Sisi

Mengunyah adalah aktivitas pokok yang hampir pasti dilakukan manusia setiap hari. Karena apapun makanan yang akan dimakan harus melalui proses pengunyahan di dalam mulut terlebih dahulu. Permasalahan gigi dapat terjadi akibat dari cara pengunyahan yang salah. Pengunyahan yang salah yang sering terjadi pada masyarakat kebanyakan adalah mengunyah makanan hanya menggunakan satu regio/sisi saja secara terus menerus. Sebelum lanjut, adakah pembaca saat ini yang memiliki kebiasaan demikian? Stop kebiasaan itu!
Mengunyah dengan sebelah sisi biasanya terjadi karena sisi yang lain mengalami permasalahan. Beberapa diantaranya adalah karena bila dipakai mengunyah akan terasa sakit dan ngilu, atau timbul rasa kurang nyaman saat dipakai untuk mengunyah. Ada juga yang memiliki alasan karena sudah terlanjur dan menjadi kebiasaan mengunyah pada satu sisi saja, misalnya sisi kiri atau kanan saja, tanpa adanya kelainan. Hal ini sudah terbukti akan menimbulkan masalah bagi keadaan gigi-gigi anda. Baik itu pada gigi yang sering digunakan untuk mengunyah atau yang tidak pernah digunkan untuk mengunyah.

Masalah yang akan ditimbulkan :


1. Penumpukan karang gigi

       Pada bagian gigi yang jarang atau tidak pernah digunakan untuk mengunyah akan terjadi penumpukan karang gigi. Karena proses mengunyah juga dapat membantu membersihkan gigi secara langsung.

2. Karies / lubang gigi

       Setelah penumpukan karang gigi terjadi, akibat yang akan ditimbulkan oleh karang gigi itu adalah membuat gigi menjadi berlubang oleh karena bakteri yang terkandung di dalam karang gigi tersebut. Sehingga tidak disadari gigi akan terasa ngilu bahkan terasa sakit apabila lubang gigi sudah mencapai dentin bahkan saraf gigi.

3. Wajah tidak simetris (asimetris)

        Otot dari gigi yang sering digunakan untuk mengunyah akan lebih tebal dari otot gigi di sisi lain. Tebalnya otot disatu sisi akan menyebabkan bentuk wajah tidak simetris.

4. Sakit kepala sebelah / migrain

        Otot gigi yang tidak simetris dapat menyebabkan gangguan pada sendi temporo mandibular joint. Gangguan sendi otot inilah yang nantinya akan menyebabkan sakit kepala sebelah atau migrain.



Maka dari itu sangat disarankan mengunyah dengan menggunakan kedua sisi secara bergantian. Mengunyah juga akan membantu membersihkan rongga mulut dari kotoran, karena mengunyah memiliki sifat self cleansing. Kunyahan akan memproduksi air liur di dalam mulut dan air liur inilah yang akan melawan bakteri-bakteri jahat di dalam mulut. Bila hanya mengunyah satu sisi saja, maka sisi itu sajalah yang akan bersih dan sisi lainnya menjadi sarang bakteri.
Bila gigi anda mengalami gangguan sehingga mengunyah menggunakan satu sisi saja, segeralah pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan dan mengatasi masalah tersebut. Agar tidak muncul masalah berikutnya pada gigi anda.



Terimakasih
"de